Jatuh Cinta Berkali-kali Pada Lee Je Hoon di Taxi Driver

Aku mau melakukan pengakuan terlebih dahulu, sebetulnya udah lama banget aku suka sama Lee Je Hoon. Sejak nonton dia berakting di drama favoritku sepanjang masa, Signal. Entah kenapa mas ini tuh bawaannya keren gitu. Dan super cocok kalau main di drama kriminal macam Signal. Setelah Signal, sebetulnya Lee Je Hoon main drama lagi dengan aktris favoritku juga, Shin Min Ah. Mungkin karena alur plot drama Tomorrow With You lambat, aku jadi cuma betah nonton 2 episode saja. Sepertinya genre romantic comedy udah nggak cocok lagi buat Lee Je Hoon. Dia cocoknya main di karakter yang serius dan unik.

Bertahun-tahun berikutnya, aku sempat skip beberapa hasil kerja Lee Je Hoon karena harus ngikutin drama ini dan itu. Tahun 2021 lalu, dia kembali membintangi dua drama yaitu Move to Heaven dan Taxi Driver. Waktu Lee Je Hoon tampil di Move to Heaven, aku tergila-gila dan memantapkan diri kalau mas ini memang gak cocok peran yang ganteng-ganteng doang. Dia ini harusnya udah akting untuk karakter yang gak biasa. Nah, di Taxi Driver selain dia jadi orang ganteng, dia juga berakting dengan karakter yang gak biasa. Agak mengingatkanku pada Letnan Park Hae Young-nya Signal. Dan di Taxi Driver inilah aku jatuh cinta berkali-kali sama Lee Je Hoon.

Taxi Driver ini rilis bukan di Netflix pada tahun 2021 lalu. Kalau nggak salah, pas drama ini rilis aku sedang marathon drama lain yang tayang di Netflix. Sepertinya Hometown Cha Cha Cha. Memang nggak semua drama Korea dirilis di Netflix, ada yang rilis di platform lain. Dan dari sejumlah drama itu, beberapa aktornya adalah kesukaanku semua. Ada Lee Seung Gi dengan Mouse dan Kim Soo Hyun dengan One Ordinary Day. Nah, kebetulan setelah si Taxi Driver ini tamat tayang di platform lain dia muncul di Netflix akhir 2021 lalu.

Karena sudah gak sabar, tentu saja aku langsung nonton dong.

Taxi Driver ini plotnya nggak seperti Taxi Driver yang dibintangi oleh Robert De Niro. Awalnya aku juga berpikir ini adalah adaptasi versi Korea dari Taxi Driver-nya Robert De Niro. Namun waktu nonton, sungguhlah jauh berbeda. Anyway, kalau kalian tertarik sama film lama yang agak intriguing boleh banget nyoba nonton Taxi Driver-nya Robert de Niro.

Taxi Driver drama Korea ini lebih bercerita soal tindakan vigilante alias main hakim sendiri oleh sebuah organisasi, Rainbow Taxi namanya. Episode pertama dibuka dengan penculikan salah satu kriminal yang mendapatkan keringanan hukum dari penegak hukum Korea. Rainbow Taxi sendiri merupakan representasi dari kaum marjinal yang merasa bahwa hukum terlalu mudah dibeli dan terlalu memberikan kemudahan bagi pelaku kriminal. Jadi orang-orang yang tergabung dalam Rainbow Taxi ini mewakili korban-korban yang tidak mendapatkan keadilan karena sistem hukum Korea. Kalau dipikir-pikir, hukum Korea sama Indonesia itu sama aja ya. Dalam beberapa hal nggak adil dan nggak betul-betul menghukum kriminal aja. Karena sistem hukum yang lemah dan rigged itulah jadi muncul aksi vigilante.

Sampai situ aja, mungkin kita akan maklum kan? Ya karena sistem hukum itu nggak sempurna. Ya mau bagaimana lagi, hukum kan buatan manusia ya. Banyak flaw-nya.

Kembali ke Rainbow Taxi, sepanjang drama kita akan ditunjukkan bagaimana modus operandi organisasi Rainbow Taxi ini. Awalnya akan ada klien yang request jika dia merasa sangat putus asa. Klien yang putus asa ini akan menelepon contact center Rainbow Taxi lalu di sinilah Lee Je Hoon muncul sebagai Kim Dogi si supir taxi deluxe. Dia akan membawa klien sembari mendengarkan pengakuan klien yang direkam dalam sebuah tape. Lalu Kim Dogi akan memberhentikan taxinya di suatu tempat, dimana klien nanti diberikan koin atau ATM atau uang untuk menentukan pilihannya: mau menghukum orang yang menyakiti dia alias menggunakan jasa Rainbow Taxi atau tidak. Dan tentu saja, namanya orang kepepet ya pasti akan memilih balas dendam.

Jika klien memilih balas dendam, di situlah kru Rainbow Taxi bekerja. Kim Dogi, Ahn Go Eun (Pyo Ye Jin), Choi Kyung Koo (Jang Hyuk Jin), dan Park Jin Eon (Bae Yoo Ram) bekerja di bawah Jang Seung Chul (Kim Eui Sung) akan menyusun rencana pembalasan dendam yang epik.

Rainbow Taxi sendiri tidak serta merta membunuh si kriminal dalam aksi balas dendam vigilante mereka. Mereka akan memindahkan para kriminal tersebut ke sebuah tempat dimana si kriminal tidak diperlakukan layaknya manusia. Sounds fair huh? Tapi justru karena tidak langsung dibunuh, melainkan diberikan sanksi "koreksi" hal ini malah jadi masalah jangka panjang. Ya, antagonis utama dalam drama ini bukanlah para petty criminals yang ditangkap dan dihukum oleh Jang Seung Chul dan Dogi cs, tapi si Mafia Wanita Baek Sung Mi (Cha Ji Hyun) dan jaksa Kang Hana (Esom).

Rainbow Taxi harus melawan orang dari dunia kriminal sekaligus penegak hukum resmi Korea Selatan. Yang cukup mengganggu adalah jaksa yang diperankan oleh Esom ini terlalu detektif. Padahal peran jaksa kan berbeda dengan detektif ya?

Namun terlepas dari krisis identitas profesi Esom, plot dramanya menarik. Satu aksi balas dendam bisa dua hingga tiga episode sampai berhadapan dengan antagonis utama. Memang nggak terlalu mindblowing tapi bisa diikuti dan bikin gemes. Lee Je Hoon juga terlihat sangat keren sebagai Kim Dogi. Kalau sebagai Park Hae Young dia adalah orang yang ngotot dan intelektual karena bisa membaca karakter seseorang. Sebagai Kim Dogi, Lee Je Hoon banyak main otot. Makanya nggak heran kalau aku jatuh cinta berkali-kali sama aktor satu ini.

Ending Taxi Driver sepertinya akan membawa kita ke Season 2, tapi aku berharap nggak perlu ada Season 2 karena sudah cukup. Pasti akan banyak shoot shoot yang diulang-ulang dengan aksi vigilante yang nggak terlalu jauh berbeda juga. At some point, let us just leave good series behind.

Comments