The Dream Show 3 - DREAM () SCAPE in Jakarta

Tahun 2024 ini hamba mengakui kalau overstimulated, ya gimana ngga overstimulated soalnya sejak Januari lalu aktivitas udah padat banget, sering keluar, dan alhamdulillah happy terus. Dimulai dari dapat kabar positif soal Letter of Acceptance (LoA) PhD yang sayangnya ngga jadi diambil karena keterbatasan biaya hingga ngonser tiap dua minggu sekali. Iya tahun ini agak parah karena beneran ngonser hampir dua minggu sekali dan semuanya pake duit sendiri alias ngga dapet giveaway.

Kalau akhir tahun 2023 lalu sempat nangis-nangis karena ngga bisa ketemu DAY6 maupun RIIZE bahkan sempat kepikiran kalau akan stop suka DAY6, di tahun 2024 ini malah dapat banyak banget blessings. Hingga bulan Mei aja sudah ketemu DAY6 tiga kali: Konser Welcome to The Show di Seoul, menang raffle jadi penonton fansign DAY6 Mecima, dan nonton Saranghaeyo Indonesia 2024 dengan guest star DAY6. Belum lagi pas datang ke konser DAY6 Welcome to The Show juga datang ke fanmeeting EXO: ONE. Coba kurang overstimulated apa?

Nah, kali ini setelah serentetan konser dan fanmeeting sejak 12 April 2024, di tanggal 18 Mei 2024 malah berkesempatan untuk datang ke The Dream Show 3 - DREAM () SCAPE in Jakarta bareng adik. Padahal udah ngga kurang-kurang aku nyebut kalau akan skip konser Dreamies tahun ini. Kenapa? Soalnya aku ngga terlalu suka lagu-lagu di album ISTJ dan DREAM () SCAPE. Biasanya di konser terbaru, setlistnya juga dari album baru. Dan benar saja pas setlistnya keluar, separuh dari setlist aku ngga ngerti karena ngga dengerin albumnya. Malah aku lebih suka setlist The Dream Show 2 tahun 2023 lalu yang ngga aku datengin itu. Makanya sampai sekarang menyesal ngga belain dateng beneran ke TDS2.

What can I say about that tho? It happened.

Kalau ditanya apakah aku menyesal ngeluarin duit buat nekad datang ke The Dream Show 3 tanpa mengerti separuh setlistnya? Jawabannya ngga. Justru sebaliknya, mungkin aku akan menyesal lagi karena udah skip TDS3. Selain konser DAY6 WTTS Seoul yang sampai sekarang bikin aku PCD (post-concert depression), TDS3 ini juga menghasilkan feeling of contentment and satisfaction yang aku ga harapkan. Jujur TDS3 ini betul-betul upgrade banget ke level selanjutnya. Apalagi aku udah pernah nonton di venue yang lebih kecil di The Dream Show 1 kan.

Venue The Dream Show 3 ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno, GBK banget ga tuh? Memang tahun ini Dreamies sudah menyentuh stadium tour scale yang dibuka dari Gocheok Sky Dome Korea. Kapasitas per konsernya udah menyentuh di angka 16-25 ribu. Dan kapasitas GBK sendiri yang dipakai kemarin kurang lebih separuh stadion alias 25-30 ribuan. Jujur ini ngga main-main. Dreamies sendiri jadi grup kedua setelah BlackPink yang ngadain stadium tour di Indonesia. Bedanya, BlackPink didominasi oleh General Public alias banyakan orang FOMO dan aslinya ngga Kpopan, sementara Dreamies yang datang real fans dari fandom rumput (dreamzen). Ini adalah stadium tour Kpop pertamaku dan seneng banget rasanya jadi saksi pertumbuhan grup satu ini yang dimulai dari venue Istora Mandiri.

Kalau mengingat hal ini, rasanya tetep nyesel ngga nonton TDS 2.

Sekali lagi, kayaknya Jakarta ini istimewa tahun ini. Awalnya Haechan sudah sempat bilang di SMTOWN 2023 lalu kalau dia akan kembali ke Jakarta, ke venue SMTOWN waktu itu (GBK) dengan Dreamies. Mungkin memang sudah terjadi deal di antara promotor dan artis atau bagaimana, yang jelas ucapan Haechan itu jadi nyata. Ini jadi inside jokes di fandom "Apapun yang diminta Haechan akan diturutin." Ya ngga salah juga karena memang terjadi. Lalu aku bersyukur sih asbunnya Haechan beneran terwujud dan aku jadi bagian dari ke-asbunan itu.

Aslinya ngga baik ya membanding-bandingkan, tapi aku sebagai orang yang juga sudah pernah nonton konser stadium scale di Coldplay jadi gatal membandingkan pengalamanku sebagai penonton baik di crowd Kpop maupun non-Kpop. Apalagi aku sempat nyicip nyari tiket di hari H BlackPink konser jadi sebetulnya perbandingannya cukup menggambarkan, ya meskipun bagi sebagian orang ini akan jadi review biased soalnya aku anaknya memang Kpop banget.

Jujur pengalaman nonton TDS3 kemarin sangatlah aman, nyaman, tenteran, smooth, seamless buatku. Karena aku udah berkali-kali nonton konser Kpop jadi basically udah tahu know-hownya kan. Dimulai dari tuker tiket bisa dilakukan di H-5 sebelum konser, peta area, sampai tahu cara nyari freebiesnya. Aku memutuskan untuk menukar tiket di hari H karena memang ngga keburu-buru, kebetulan aku beli tiket di kategori paling murah karena aku harus beli dua tiket untuk aku dan adikku. Lagipula ini adalah salah satu bentuk aku melunasi hutang janji ngajak adikku nonton konser. Apalagi adikku suka banget sama Dreamies kan, jadi ya sudah hutangku sudah lunas. Aku sudah mencoba memberikan satu kebahagiaan untuk adikku yang kusayangi itu.

Selepas ambil tiket, aku dan adikku langsung jalan menuju gerbang untuk kategori tiket kami. Entah kenapa rasanya semuanya mudah karena kru yang bertugas sangat helpful dan area mapnya sangat mudah dimengerti, jadi aku bersama adikku otomatis jalan aja. Pengalaman ini berbeda banget dengan pas konser Coldplay November 2023 lalu. Waktu itu entah kenapa prosesnya ribet banget, aku dengan Vivi betul-betul harus memutari GBK untuk masuk ke gerbang tiket kategori kami. Begitu masuk di dalam, kami harus muter lagi ke posisi semula untuk masuk ke pintu yang tepat. Waktu Coldplay itu, rasanya aku ingin marah karena pembagian kategori dan pintu masuknya sangat ngga masuk akal.

Sementara pas The Dream Show 3 sangat sat-set, aku dan adikku bahkan masih bisa duduk-duduk santai dan kami sudah stand by di dalam sebelum jam 5 sore di waktu pintu masuk dibuka. Sungguh sangat chill!

Belum lagi aku dan adikku masih sempat foto-foto di fanbooth yang sepi. Adikku masih sempat mengisi ulang bahan bakar agar tidak pingsan. Kami memang sudah makan dari rumah dan kami berangkat selepas makan siang, tapi ngga ada salahnya untuk makan lagi di dalam venue. Seperti biasa Dyandra selalu menyediakan booth makanan dan minuman. Tim security konser Kpop juga sekarang sangat baik dan tidak kurang ajar. Alhamdulillah tidak ada pelecehan seksual atau insiden aneh-aneh, dari security sampai kakak-kakak kru di dalam venue konser semuanya sangat membantu.

Aku sempat kehilangan photocard Renjun di sepanjang jalur gerbang masuk Pintu Utara sampai ticketing check eh si ibu security yang bertugas memeriksaku jadi ikut khawatir karena aku kehilangan barang. Belum lagi ibunya menawarkan air mineral yang dengan senang hati aku terima. Begitu masuk dapat lagi bolu kukus dari Dyandra. Sepertinya ini sudah jadi SOP konser Kpop, tidak seperti tahun 2018 dimana dulu udah ngga dibolehin bawa makanan dan minuman tapi pas holding dan konser ngga dikasih makanan sama minuman sama sekali.

Harusnya memang begini, ini bare minimum. Kalau ngga boleh bawa makanan dan minuman dari luar, minimal disediain snack dan minuman, apalagi air mineral itu harus banget sih menurutku.

Lagi, tidak seperti konser Coldplay yang ga jelas banget entrance-nya karena waktu itu aku nyelonong ngga dicek sama sekali. Tahu-tahu pas udah masuk entrance ngga dicek identitas juga dan tiba-tiba dibagikan wristband. Maksud aku, kalau memang pakai wristband ya mending dari awal disediakan fasilitas tukar e-ticket ke wristband kayak konser Kpop aja ngga sih? Terus pas masuk tinggal scan barcode di wristband? Coba apakah menurut Anda itu tidak aneh? Pantas saja pas konser Coldplay banyak barcode e-ticket yang tiba-tiba ngga bisa di-scan atau ada orang yang ngga punya tiket bisa masuk. Kan memang penjagaan dan pemeriksaannya ngga ketat.

Pengalaman lain yang membuatku merasakan perbedaan mendasar antara crowd Kpop dan umum adalah anak-anak Kpop ini karena sebagian besar wanita jadinya lebih kalem dan teratur. Berbeda dengan crowd general public yang menurutku norak. Di crowd Kpop, kami tahu kami sama-sama bayar mahal jadinya behave kalau ngga gitu ya viral-lah Anda di internet. Kebetulan juga kemarin yang datang TDS3 riil fans jadinya kompak satu stadion isinya nyanyi bareng, fanchant bareng, kami saling berbagi energi positif baik dari fans ke artis maupun artis ke fans. Ngga heran kalau akhirnya Haechan minta nambah hari konser, dia bilang "Sayang banget ya kita ketemu cuma sehari, ngga cukup nih kalau sehari." Tolong ya Lee Haechan, gakpapa sih konser seminggu tapi harga tiket konser di Indonesia ini harus bertarung dengan gaji UMR.

Waktu nonton Coldplay, ada mas-mas norak di depanku. Dia kan sudah memilih tiket seating ya, harusnya dia duduk kecuali dipersilakan oleh artisnya untuk berdiri. Eh malah dia berdiri dong di setting duduk ini dan menghalangi pandanganku. Ini juga terjadi di banyak orang di sebelah-sebelah dan belakangku. Di situ aku emosi lagi. Di crowd Kpop hal ini tidak terjadi, kecuali pas Dreamies memang minta kami untuk berdiri di setlist Fireflies, Hello Future, Broken Melodies, ISTJ. Selepas itu juga fans sadar sendiri dan duduk. Apalagi pas Coldplay, si mas-mas norak dan pasangannya ini ngerekamnya ngga eye level. Ini tuh settingan konsernya duduk, tanpa kamu ngangkat hape tinggi-tinggi tuh ya kerekam kok, keliatan. Kok bisa-bisanya udah duduk masih ngerekam pake hape tinggi-tinggi. Memanglah konser Coldplay itu yang bikin bagus Coldplay-nya, crowd sama promotornya jelek banget.

Sangat berbeda dengan konser Dreamies yang mana sepanjang konser kondusif, alhamdulillah. Ngga ada dreamzen yang melakukan hal aneh-aneh kecuali scam tiket konser KIMCEO yang lagi viral itu.

Sebetulnya jarak antara mata ke panggung masih kelihatan, yah walaupun dari tempat dudukku di kategori genteng itu tidak bisa ngeliat pori-pori Oppa. Hanya saja aku puas karena dari tempat dudukku, aku bisa menikmati rasanya ada di antara puluhan ribu fans Kpop yang bawa lightstick. Jadi light play dari tempat dudukku terlihat bagus banget! Belum lagi ada surprise kembang api untuk Dreamies spesial dari promotor, konon katanya promotornya memang biased ke NCT Dream. Tapi ya sudah aku tidak protes karena aku juga menikmati, so keep up the good work!

Di TDS3 Jakarta ini Renjun absen karena sedang pemulihan kesehatan mental, jujur aku sebagai orang yang biasnya Renjun sedih. Di TDS 1 aku merayakan ultah anak itu tapi di sini dia ngga ada. Sempat terpikir untuk menjual tiket ketika Renjun dikabarkan akan absen sepanjang tur DREAM () SCAPE ini, tapi aku memikirkan adikku yang sudah sangat excited untuk nonton konser Kpop pertama dia. Jadi ya sudah kami memutuskan untuk datang dan bersenang-senang saja. Dan kami bersenang-senang betulan.

Menurutku pribadi yang aku kurang suka dari TDS3 kemarin adalah soundnya. Kalau dibandingkan dengan Coldplay, aku lebih suka sound Coldplay karena se-jernih dan se-crisp itu. Mungkin karena teriakan fans lebih keras dari sound atau gimana, aku ngga terlalu paham, tapi pas member ment tidak terdengar jelas. Suara yang masuk ke dalam fancamku juga tidak sebagus itu. Di lain sisi, pas aku nonton ulang fancam DAY6 WTTS di Jamsil, suaranya bagus banget. Memang kayaknya sound di konser Indonesia ini harus diperbaiki lagi deh.

Yang aku kurang nyaman lagi adalah para fans yang berteriak tidak perlu. Aku tahu kalian excited, akupun begitu kok. Tapi aku culture shock sama teriakan-teriakan fans fujo ketika kamera menyorot interaksi member tertentu. Hal ini tidak aku dapatkan di konser DAY6. Memang budaya fujo di NCT khususnya dreamies ini rada kental sih, makanya ya gitu. Dan ternyata aku tidak nyaman. Aku jadi ingat tahun lalu ada mbak-mbak yang ngetwit dan di-bash di fandom karena bilang "Setelah gue dateng konsernya, ada teriakan yang ga penting dan berlebihan padahal aslinya biasa aja." Saat itu aku relate.

Kenapa? Karena aku juga akan berteriak dan excited jika memang member melakukan sesuatu yang menurutku keren. Contohnya: Haechan dan Chenle ambil nada tinggi, Triple J dancenya bagus, atau Mark rap-nya superior, atau pas ada kembang api dan efek pyrotechnique. Di situ aku akan teriak se-kencang-kencangnya. Nah ini memang tidak begitu, member lagi ngomong sudah diteriakin padahal membernya belum selesai ngomong. Member interaksi di panggung biasa aja, diteriakin. Aku setuju di bagian excessive screaming tanpa mendiskredit penampilan member di hari itu. Kalau ngomongin member, aku ngga ada protes karena mereka bener-bener bikin aku bahagia. Selepas konser hatiku rasanya penuh, uang yang aku keluarkan untuk beli tiketnya juga sepadan dengan pengalaman dan memori yang aku dapatkan di hari itu.

There's that all the experience, both positive and negative.

Selain ngomongin production yang menurutku ini top-notch, konon fans Korea sampai iri dengan konser Jakarta karena se-heboh itu dan se-menyenangkan itu, aku juga ingin bahas pertumbuhan dreamies sebagai performer.

Kalau dibandingkan dengan 4 tahun lalu di TDS1, anak-anak Dreamies memang makin matang di tahun ini. Ya gimana ngga, mereka sudah 8 tahun berkarir di industri Kpop. 4 tahun lalu mereka masih berasa rookie dan stage presencenya masih kurang berasa kecuali Haechan. Tahun ini, semuanya rata. Semuanya oke banget! Walaupun sebetulnya rada kelihatan juga stamina mereka ngga se-prima itu. Karena koreo NCT Dream kan juga susah-susah ya, kebayang sih, di beberapa part mereka terlihat ngos-ngosan dan gerakannya udah ngga se-sharp yang sering aku lihat di music show. Tapi gakpapa dek, yang penting kalian senang-senang di atas panggung. Kami juga senang kok.

Soal suara, tidak diragukan lagi Haechan sama Chenle makin menunjukkan bahwa mereka itu pantas menyandang predikat main vocal apalagi Jisung juga perkembangan vokalnya makin ke sini makin oke banget. Kalau Mark, udahlah ngga usah diragukan lagi. Mark memang udah keliatan sangat veteran di atas panggung, baik sebagai leader Dreamies maupun sebagai performer. Sementara Jeno dan Jaemin makin mengukuhkan diri kalau mereka juga berkembang pesat selama 8 tahun terakhir ini. Oleh sebab itu, kudos buat semuanya dan kudos juga buat yang udah nge-cover part Renjun dengan baik dan masih membuat kami merasakan bahwa Renjun ya memang bagian dari Dreamies terlepas dia lagi hiatus sekarang.

Omong-omong soal setlist, segmen yang paling aku suka adalah segmen yang bertopik makanan manis, segmen remix title track Dreamies, dan segmen encore.

Segmen bertopik makanan manis ini VCRnya dibuka dengan konsep cerah ceria yang sangat Dreamies, lagu yang dibawakan sebagai pembuka segmen adalah Tangerine Love dari album CANDY. Dan puncaknya dikemas oleh CANDY dan Better Than Gold. Di part ini lucu banget karena Jisung bahkan ngecover bagian dance Renjun yang bouncing bouncing di bawah itu. Seisi stadion kompak nyanyi CANDY. Pokoknya ngga dreamzen ngga MyDay kalau konser mah aslinya karaokean aja sama penyanyi aslinya.

Di segmen remix title ini dibuka dengan Fireflies lanjut ke Hello Future, Broken Melodies, Skateboard. Di segmen ini juga, para fans nyanyi ngga ada putus-putusnya apalagi pas Hello Future dan Broken Melodies yang udah kayak jadi national anthem-nya dreamzen. Di part ini yang paling aku suka adalah karena lagunya remix, musiknya jadi lebih terdengar seperti live band gitu. Sudah ada 5 konser yang aku datangi pakai live band dan ngga pernah gagal makanya pas dapet MR yang mendekati live band aku seneng banget! Semoga ke depannya konser-konser Kpop ini makin me-normalisasi pakai live band karena sebagus itu suaranya!

Terakhir segmen yang aku suka banget adalah segmen encore! Pasalnya di segmen ini selain Dreamies digeret pakai kereta tenaga manusia, lagu-lagunya itu yang jadi andalanku dari album Hello Future. Ada Dive into You  dan All Night Long yang nyanduin banget. Udahlah pokoknya the best memang album Hello Future plus Hot Sauce kecuali Hot Sauce (title track). Makanya jadi nyesel ga nonton TDS2.

Kayaknya selain set panggung yang spektakuler, energi Dreamies yang positif dan seneng banget, para fans yang kompak baik dalam fan-project atau ngecengin member Dreamies ini membekas banget buat para membernya. This is why everything started to make sense, stop Jakarta ini jadi stop pertama di Asia Tenggara bahkan di antara Jepang loh! Di situ aku langsung "Oh pantes aja".

Yang perlu diperbaiki lagi dari TDS3 ini buat promotor adalah strategi pricing. Ini aku ngga ngarep tiket akan disamain kayak di Korea (rata 2 jutaan semua section) soalnya malah riskan percaloan kalau di Indonesia, at least promotor kasih harga tribunnya dua jutaan aja lah atau under dua juta. Jadi beneran yang dimahalin ya section soundcheck dan yang di lapangan aja. Mungkin kalau pakai strategi itu, TDS bisa jadi dua hari di GBK. Sekedar saran aja loh ini ya btw.

Oh iya satu lagi, ada beberapa lagu yang aku baru dengar di konser dan merasa "Oh ternyata lagu ini not bad ya pas didengerin di konser." Contohnya: icantfeelanything, Blue Wave, sama BOX. Padahal udah judging duluan pas dengerin di album pertama kali.

Yokshi Dreamies memang ngga pernah ngecewain Noonanya ini sih. Makasih udah kasih penampilan keren di Jakarta, makasih udah bersenang-senang bareng. Dan makasih Dyandra udah kasih yang terbaik, meskipun perlu ada beberapa perbaikan lagi tapi keep up the good work buat semua konser yang dibawa ke Jakarta ya.

Heart is full! 

Comments