RIIZING LOUD Special Edition: Tokyo Dome
Rasanya ngga lega kalau ngga menuliskan pengalaman datang konser ke Tokyo Dome di blog ini. Satu, Tokyo Dome merupakan salah satu milestone paling berharga buat karir RIIZE, baru dua setengah tahun mereka sudah manggung di Tokyo Dome. The fastest in their generation and this century. Bangga banget ngga tuh? Yang kedua, udah lama banget aku ngga nulis pengalaman ngonser. Khususnya aku dengan frekuensi ngonser ke luar negeri yang udah medium well ini.
Sudah terlalu banyak pengalaman ngonser yang aku skip. Selama satu-dua tahun belakangan ini aku benar-benar mengejar konser ke luar negeri mengingat konser dalam negeri sudah ngga kondusif lagi. Ditambah lagi sudah mau kiamat, jadi ya udah nothing to lose. Lebih baik fokus mengejar kebahagiaan diri sendiri daripada terkungkung pikiran mendang-mending. Uang bisa dicari tapi kalau mati besok dan belum mewujudkan keinginan pasti nanti akan menyesal (walaupun ada juga nyeselnya karena kurang ibadah hahaha).
Anyway, akhir Februari lalu aku berkesempatan untuk datang ke konser RIIZE Special Edition yang diadakan di Tokyo Dome. Konser di Jepang ini sekalian sebagai selebrasi atas comeback Jepang RIIZE dengan single mereka All of You dan juga semacam "encore" di Jepang. Untuk finale RIIZING LOUD sendiri akan diadakan di Korea pada 6-8 Maret 2026 ini. Hal ini menandai bahwa konser world tour pertama untuk album full Odyssey sudah berakhir. Congratulations RIIZE!
Journey of RIIZING LOUD
Sejak konser ini dimulai pada bulan Mei 2025, aku terhitung sudah datang empat kali yaitu: RIIZING LOUD Kuala Lumpur pada Agustus 2025, RIIZING LOUD Tokyo di Yoyogi Gymnasium pada September 2025, RIIZING LOUD Jakarta pada Januari 2026, dan terakhir secure tiga hari RIIZING LOUD di Tokyo Dome. Sejujurnya aku bukan orang yang hobi datang di satu world tour terus menerus, belajar dari DAY6 pada tahun 2024 lalu aku sampai rada bosan karena datang ke konser yang sama dengan setlist yang sama. Ujungnya? Jadinya aku sekarang rehat dari DAY6 karena sudah kebanyakan dan bosan dengan lagu yang dibawakan itu-itu aja.
Tapi RIIZE ini berbeda, sudah empat kali aku datang ke RIIZING LOUD tapi selalu ada yang berbeda dari setlistnya. Pertama kali ketemu di Kuala Lumpur ketika aku baru saja pindah ke unit baru, langsung cuti untuk nonton konser RIIZE. Di situ setlistnya masih sama dengan setlist opening World Tour di Seoul, masih ada Odyssey. Yang terbaik dari konser di Kuala Lumpur adalah venue yang sangat nyaman, di dalam mall, view dekat, fancamku bagus-bagus. Meski hanya pergi untuk weekend, aku sangat puas karena sudah menghadiahi diri sendiri tiket konser RIIZE dengan harga hanya dua juta rupiah dengan view terbaik, close proximity terbaik, dan nyaman lah semuanya.
Lanjut di bulan September dimana ini sebetulnya tidak terlalu disengaja karena aku terhitung beruntung memenangkan lotere konser RIIZING LOUD Tokyo. Secara venue, arena di Jepang ini mantap belum lagi lokasinya strategis. Kali pertama dalam hidupku, aku merasa RIIZE benar-benar dirayakan di Jepang. Banyak sekali pop up store dan event yang diadakan di konser bulan September 2025 itu di Yoyogi. Ditambah lagi saat itu konsernya bertepatan dengan ultah Sungchan. Meskipun aku memenangkan hari ke-2 setelah ultah Sungchan.
Waktu apply lotere RIIZING LOUD Tokyo ini aku malah berdoa agar tidak menang, tahun 2025 aku masih torn antara nonton konser DAY6 di Goyang atau The Present. Tapi ternyata takdir malah menyeretku ke RIIZE. Mau tidak mau memang harus berangkat ke Jepang karena menang lotere bukan? Toh tiketnya sudah dibayar juga. Dan aku menang seat premium lagi. Dimana di Jepang waktu itu aku menadapatkan kursi row ke-2 dari stage. Jadi benar-benar bisa lihat-lihatan dengan Sungchan dan Shotaro. Bisa lihat dada Eunseok versi HD. Bisa merasakan betapa demure-nya crowd mbak-mbak Jepang yang sayang RIIZE ini. Perbedaan lagi di konser ini adalah adanya Same Key yang ditambahkan ke dalam setlist. DAY6? Could never.
Ada alasan kenapa aku memilih RIIZING LOUD Kuala Lumpur: 1) karena sudah ngga sabar ketemu RIIZE, 2) karena hadiah ultah. Pas di Jakarta jadinya aku tidak merasa ada urgensi untuk nonton hingga akhirnya aku ditawari untuk meliput konsernya. Jadinya di RIIZING LOUD Jakarta, aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Belum lagi waktu itu memang aku sedang kesal dengan promotor CK Star yang membanderol harga super mahal untuk RIIZE. Dengan harga yang mereka pasang, RIIZE lebih layak untuk tampil di Senayan Complex daripada di BSD. Selain itu si promotor ini sempat membuat kesalahan yang sangat fatal di konser D.O pada bulan Agustus 2025 juga. Namun lagi-lagi karena beruntung mendapatkan jatah liputan, jadinya aku tetap dapat konser RIIZE di Jakarta.
Untuk kali ketiga, aku perlu bilang bahwa RIIZING LOUD menampilkan setlist yang berbeda lagi. Sama seperti fancon tahun lalu dimana leg Jakarta mendapatkan tambahan Boom Boom Bass pasca comeback Boom Boom Bass, tahun ini juga. Ada tambahan FAME dan Sticky Like yang ngga ada di Kuala Lumpur dengan konsekuensi Odyssey di-take out dari setlist. Tapi di Jakarta waktu itu FAME pecah banget. Yang jelek adalah yang dilakukan promotor. Konsernya beneran kayak konser murah padahal seharusnya konsernya berasa jauh lebih grand daripada Fanconnya sendiri tahun lalu. Entah kenapa waktu itu puas tapi ngga puas. Puas karena ini kebahagiaan yang levelnya didapet secara gratis tuh sangat-sangat oke tapi ngga puas karena aku tahu bahwa RIIZE kayak di-hold back sama Promotornya sendiri. Ancur banget memang promotornya.
Kemudian berita baiknya adalah semua ketidakpuasan atau perasaan kurang itu dibayar tunai melalui RIIZING LOUD Special Edition di Tokyo Dome
Rezeki memang datang dengan cara yang tidak disangka-sangka
Living to its name SPECIAL EDITION
Masih ingat September lalu aku datang ke konser RIIZE yang di Tokyo? Kukira itu adalah kali pertama dan terakhir aku nonton RIIZE di Jepang. Ngonser di Jepang itu kalau dinilai dalam skala, ratenya ada di rentang 8/10. Kenyamanan, ketertiban, dan conveniencenya top notch. Kekurangannya cuma satu: ngga boleh ngerekam jadi betul-betul harus present dan dinikmati pakai mata. Walaupun ternyata setelah nonton konser di Jepang 4 kali ini (thanks RIIZE) akhirnya aku menyadari bahwa fancam itu tuh ngga ada apa-apanya dibandingkan dengan menikmati dan melihat anak-anak RIIZE ini manggung pakai mata kepala sendiri.
Di konser yang sama bulan September itu, diumumkan bahwa RIIZE akan manggung di Tokyo Dome dan lotere dibuka saat itu juga. Tanpa pikir panjang, karena merasa mungkin aku tidak menang lotere (lagi) juga jadinya aku apply. Ternyata Allah berkata lain, setelah memberikanku jalan bertemu DAY6 selama tahun 2024 hingga 2025 berturut-turut, kini jalan bertemu dengan RIIZE dipermudah olehNya.
Di leg pertama lottery untuk membership aku menang dua hari yaitu hari kedua dan ketiga, merasa seperti mengganjal akhirnya aku memilih untuk daftar di leg kedua lottery untuk hari pertama. Ketika sudah fix dapat tiga hari aku tidak berhenti (bahaya banget kecanduan judi) jadinya aku apply premium seat. Namun karena sudah pernah dapat premium seat di Yoyogi, kali ini keberuntungan premium seat tidak ada di pihakku.
Tapi ngga papa, mendapatkan tiket untuk tiga hari konser di Jepang itu sudah beating all odds sampai temanku yang di Jepang ngga percaya: "Kok bisa sih Gista?"
Faktanya hingga hari H-1 konser, tiket RIIZE masih belum sold out di lotere, berbeda dengan pas di Yoyogi kemarin. Jadi memang chance membership Jepang sangat besar untuk secure tiket di venue berkapasitas 50ribu orang seperti Tokyo Dome.
RIIZING LOUD Special Edition ini betul-betul sesuai dengan namanya SPECIAL EDITION. Setlistnya berubah cukup signifikan karena All Of You (single Jepang RIIZE) dirilis H-3 konser. Jadinya setlistnya nambah lagi All of You dan Flashlight yang jadi B-side album Jepang ini. Lalu Odyssey ditambahkan ulang dan RIIZE mengganti cover MONSTER EXO menjadi cover Lilac - Mr. Green Apple. Konon lagu ini adalah lagu favorit Eunseok karena aku ingat dia pernah merekomendasikan lagunya via bubble. The End of the Day di-take out dari setlist, FAME menjadi opening song yang sebelumnya selalu Ember to Solar.
Ember to Solar dan Get a Guitar menggunakan koreo yang RIIZE tampilkan di acara award akhir tahun juga. Makin spesial lagi blocking dan stage RIIZE di Special Edition ini benar-benar istimewa. Ada panggung bergerak dari depan ke belakang, melewati kepala penonton. Ada panggung hidrolik tinggi untuk stage Combo meskipun aku lebih suka yang versi Opening World Tour di Seoul. Kereta-keretaan yang melewati penonton pun ada dua kali!!! Bayangkan.
Ini sudah hari ke-7 sejak konser hari pertama RIIZING LOUD Special Edition Tokyo Dome tapi aku masih belum move on dan rasanya pikiran serta jiwaku masih ketinggalan di Tokyo Dome.
Karena aku berhasil secure tiket untuk 3 hari, aku betul-betul mendapatkan seat dengan berbagai view dan entah kenapa aku suka semuanya. Mulai dari tribu lantai dua seperti di genteng yang tidak ujung genteng banget, di Arena dan dilewati Wonbin di depan mata, hingga di tribun base inner circle yang dekat dengan panggung dan stage manapun. Jujur konser RIIZING LOUD Special Edition kemarin adalah salah satu bentuk rezeki yang amat-sangat aku syukuri sepanjang hidupku. Sepertinya aku memang diberikan banyak berkah dan keberuntungan oleh Allah.
Hari pertama, hari konser yang sebenarnya tidak masuk dalam rencana karena aku baru menang di lotere tahap dua, merupakan hari dimana aku adjust dengan konser di Tokyo Dome untuk kali pertama. Di hari itu aku tidak terlalu banyak jalan, hanya pergi beli kopi ke Shimokitazawa mumpung sempat lalu napak tilas sedikit sekali di jalanan yang pernah dilewati RIIZE atau dijadikan lokasi foto RIIZE. Aku memang sengaja datang lebih cepat agar sempat mengantre beli CD yang khusus dijual di Tokyo Dome juga. Lalu mengecek lokasi dan kondisi lokasinya.
Dibandingkan Yoyogi, jujur lokasi Tokyo Dome lebih strategis. Jarak jalan dengan stasiun jauh lebih dekat. Banyak restaurant dan cafe, bahkan di seberang venue langsung mall dan semacam thematic park gitu. Di hari pertama aku mengecek booth MD, booth penjualan CD, dan lokasi gate masuk. Jadi besoknya harapannya lebih lancar ketika datang ke acara konser. Di hari pertama ini juga aku lebih banyak foto karena cuaca cerah, aku tidak terburu-buru, dan punya banyak waktu untuk berkeliling menikmati Tokyo Dome sebelum konser. Bahkan aku sempat membeli slogan Sohee Naruto dari masternim.
Di hari pertama ini juga aku duduk di tribun atas, jujur jika dibandingkan dengan DAY6 pas The Present 2024 di Gocheok Sky Dome, aku merasa posisi panggung RIIZE jauh lebih dekat. Di hari pertama ini juga semua kejutan dan persiapan konser yang special itu benar-benar berasa spesial di hati. Anak-anak RIIZE tampil dengan energi yang sangat bagus. Eunseok rambutnya comma hair. Sungchan was so happy. Shotaro masih terkejut tampil di Tokyo Dome tapi ngga pake nangis-nangis. Day 1 semua orang happy dan semua orang merasakan pengalaman pertama yang kolektif.
Hari kedua, aku mulai agak santai meskipun tetep berangkat lebih cepat. Aku ngga lagi ngantre buat beli CD yang kalau dipikir-pikir agak nyesel juga. Awalnya aku berniat untuk makan siang dulu mengingat di hari pertama sebelum konser aku belum makan jadinya kelaparan parah. Ternyata tempat makan siang yang aku niat kunjungi malah penuh dan demand bayar pakai cash. Akhirnya aku melipir ke LacQua dan beli bento di semacam departemen storenya. Setelah itu aku masuk cepat-cepat ke dalam venue hanya untuk terkaget-kaget karena ini posisi duduknya super strategis. Ngga di row depan banget tapi juga ngga di row belakang banget.
Yang jelas di hari kedua aku benar-benar liat Wonbin lewat di depanku dengan mata kepalaku sendiri. So surreal, kayak mimpi. Bahkan ngefancam dia tuh aku cepet-cepetin karena aku pengen liat mukanya lamat-lamat dan aku rekam di memori otakku. Muka Wonbin yang sangat halus kayak boneka. Yang ulzzang banget. Hidungnya halus, kepalanya kecil, kulitnya putih bersih kayak porselen. Di momen itu lututku lemas banget kayak ngga pernah liat Wonbin sebelumnya. Tapi beneran Wonbin tuh se-indah itu. Meskipun kalau dia tahu kita ngga ngefans ke dia, dia ngga akan waro sedikitpun. Persis kayak Wonpil.
Sementara Sohee agak jauh dan aku baru sempet dinotis (atau ngga tau apakah dia notis fans lain) dengan dia nunjuk aku pas aku ngangkat slogan Sohee Naruto. Itupun aku dinotis Sohee bukan pas dia ada di kereta tapi pas dia ada di stage samping waktu mau pamitan di ending. Slogan Sohee Narutoku juga sempat masuk ke kamera pas lagi ada fans noraebang. Alhamdulillah akhirnya Sohee Naruto ini ada kenangannya walaupun ngga kerekam atau masuk fancam siapapun.
Hari ketiga, di sini adalah hari dimana aku tercepot-cepot. Setelah bubaran konser hari kedua, aku memutuskan untuk mampir ke Abura Soba yang sering aku kunjungi di Akasaka (dan juga sering dikunjungi Eunseok) dan ngga nyangka harus antre dua jam! Ternyata di hari ketiga dimana aku mau makan dulu di Imakatsu Akasaka (tempat Sungchan makan) aku juga harus antre dua jam! Padahal baru September lalu juga aku makan di tempat yang sama pas ada konser RIIZE juga tapi ngga se-antre itu. Memang kekuatan promosi RIIZE ini ngga main-main.
Karena tercepot-cepot itu akhirnya aku dan temanku baru masuk venue mepet, kurang lebih 10 menit sebelum konser dimulai dan kaget karena dapat seat yang best banget. Jujur seat di hari ketiga adalah best seat karena bisa dapat semua view. View di main stage, view stage Combo hidrolik yang mana Eunseok dan Shotaro deket banget sama kami, view di stage yang panggungnya berjalan sampe belakang. Bahkan kereta-keretaan dengan view terbaik ada di seat hari ketiga ini. Di sini aku benar-benar menikmati Sungchan dan Eunseok pakai mata.
Di hari ketiga itupun aku yang paling present karena ngga kebelet untuk fancam, 90% dari konser aku benar-benar menikmati. Sing along, liatin member pake mata, dengerin ment dengan serius, ngga live twit, bener-bener immersed karena itu adalah konser hari terakhir. Konsekuensinya adalah memang ngga ada memento di hari terakhir tapi semua momen aku rekam di kepala ini. Khususnya di bagian Shotaro nangis saking terharunya dia bisa manggung di Tokyo Dome begitu cepat. Momen Eunseok bilang kalau owner Abura Soba berterima kasih sama dia karena udah larisin dagangan (btw pas aku ngantre Abura Soba malam sebelumnya, ada manajer pineapple hyung juga). Pokoknya hari ketiga itu benar-benar hari dimana aku merasa di situlah aku berdiri menikmati semua ini dan sampe sekarang ngga mau move on.
Sampai aku pulang ke Indonesia langsung sakit 4 hari. Sampai ngga konsen lagi hingga koperku ketukar di bandara pas pulang dan harus ribet ngurusinnya. Tapi pikiran dan raga masih ketinggalan di Tokyo Dome tiga hari itu. Pikiran dan raga masih ketinggalan di Jepang yang winternya sudah mulai mendekati musim semi dengan udara sejuk dingin tapi sakura sudah mulai mekar. Pikiran dan raga masih full ada di sana belum ikut aku pulang ke Indonesia.
Kalau ditanya apakah next time aku akan ke Jepang lagi? Dengan sangat yakin aku bilang selama aku menang lotere (dan jika diberikan rezeki untuk menang lotere lagi) aku akan terus ngonser RIIZE di Jepang. RIIZE di Jepang beneran disayang oleh Universal Music Jepang. Dibuatin Pop Up Store, dibuatin event, diurusin, diberikan kostum yang jauh lebih bagus daripada kostum yang dikoordinasikan oleh Center 5 SM. RIIZE bener-bener menerima dan memberikan banyak cinta di Jepang.
Terhitung aku juga sudah beberapa kali ketemu BRIIZE Jepang yang baik-baik di jalan, mau di Kamakura, mau di Shimokitazawa, mau di kereta, mau di venue. Semua orang baik. Banyak juga yang sayang Eunseok. Di sini orangnya considerate dan baik hati. Bener-bener surganya kalau ngefangirl pol-polan tanpa pandang usia maupun gender ya di Jepang. You can basically become everything you want to be. Semoga awet selalu ya RIIZE.
See you in another post!







Comments
Post a Comment
Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)
In a moment, I can't reply your comments due to error in my account when replying. But I make sure that I read every single comment you leave here :)