Upside Down World Jawa Timur Park 3: Kaki di Kepala, Kepala di Kaki

Upside Down World, Jawa Timur Park 3 (cr: dok. Pribadi)

Anak-anak yang tumbuh menjadi remaja di era 2000-an pasti kenal betul dengan salah satu band kenamaan Indonesia, Peterpan. Band yang digawangi oleh Ariel cs dan kini sudah berubah nama menjadi NOAH ini memiliki sejumlah lagu hits, diantaranya adalah Ada Apa Denganmu, Topeng, dan juga Di Atas Normal. Lagu terakhir ini kebetulan berlirik, "Kaki di kepala, kepala di kaki." Saat lagu ini booming, aku masih jadi siswa SD dan setiap kali mendengar lagu ini, dulu aku berpikir apakah manusia itu jungkir balik?

Seiring waktu berjalan, rupanya metafora yang digunakan oleh Ariel dan kawan-kawan dalam lagu Di Atas Normal ini berubah jadi frasa yang memiliki makna harfiah. Lirik tersebut diubah ke dunia nyata oleh Upside Down World, sebuah studio yang mengenalkan konsep rumah terbalik dan booming di era 2010-an ini. Kemunculan Upside Down World bisa jadi tepat satu dekade pasca lagu Di Atas Normal dirilis.

Aku mengenal Upside Down World pertama kali saat aku dan keluarga berwisata ke Bali. Saat itu, museum 3D dan dunia terbalik sedang ngetren-ngetrennya. Sayangnya keluarga kami kini tak lagi sering berwisata ke kota-kota lain di Indonesia, sehingga cukup sulit juga menemukan attraction yang sama di Malang. Mungkin yang namanya jodoh, seiring berkembangnya sektor wisata Kota Batu dan hadirnya Jawa Timur Park 3, Upside Down World yang dulu hanya bisa ditemukan di Bali kini hadir juga di Malang Raya. Mendengar kabar ini, aku bahagia dong. Sehingga aku memutuskan untuk mencoba Upside Down World ini bersama dengan teman-teman blogger Malang yang lain.

Senin (18/03) kemarin aku berkesempatan untuk berkunjung ke Upside Down World di Jawa Timur Park 3 dan seperti biasa, bukan Agista namanya kalau nggak ada cerita kebodohan. Saking excited-nya bakal berkunjung ke Upside Down World, aku mengecek berkali-kali letak tempat tersebut di Google Maps. Seusai mengecek, aku mengingat lagi rute mana yang harus kutempuh, aku juga sudah menyiapkan kamera dan OOTD agar tampak bagus di foto. Bahkan agar tidak terlambat dari waktu janjian, aku berangkat cukup awal dari rumah yakni pukul 11 siang (kami janjian pukul 1 siang).

Perjalanan menuju Batu dari Malang Kota terbilang lancar dan tidak ada hambatan. Hari itu merupakan kali pertama aku mengendarai motor sendirian dari Malang ke Batu, biasanya sih aku naik mobil bareng bersama teman-teman atau dibonceng oleh mantan pacar. Perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam tersebut, melelahkan juga. Nah, aku ingat sekali kalau di Google Maps lokasi Upside Down World ditunjukkan dekat dengan Batu Night Spectacular (BNS). Aku ambil jalan menuju BNS yang berbeda dengan rute menuju Jalan Raya Beji, Batu. Sudah sampai di BNS nih, aku cari-cari kok nggak ada lokasi Upside Down World seperti yang aku bayangkan? Kok nggak ada Jatim Park 3?

Ditambah lagi, selama di Batu hujan mulai turun dan mengguyur deras! Aku yang semula mengira itu hanya gerimis tipis (drizzle) eh malah kebasahan karena ternyata itu bukan drizzle belaka tapi hujan! Terlanjur basah, akhirnya aku teruskan saja agar sekalian basah. Aku berputar-putar di kawasan BNS sampai lanjut ke Jatim Park 2, lalu kembali lagi ke arah BNS, aku tidak menemukan lokasi Upside Down World ini! Frustasi, akhirnya ada seorang Bapak-Bapak mendekatiku.

"Cari rumah siapa Mbak?"
"Saya cari Upside Down World nih Pak."
"Apa itu Mbak?"
"Semacam wahana gitu Pak, punya Jatim Park 3."
"Kalau di sini guest house semua Mbak, Jatim Park berapa sih?"
"Jatim Park 3, Pak."
"Jatim Park 1 atau 2?"

Mengingat percakapan yang tidak ada nyambung-nyambungnya ini aku jadi semakin frustasi. Saat itu aku benar-benar merasa bahwa skill navigasiku sangat payah. Padahal aku juga sudah berkesempatan untuk mencoba fitur AR Google Maps terbaru. Rupanya Google Maps di Indonesia memang tidak seakurat itu! Atau memang akunya saja yang lemah terhadap navigasi :(

Akhirnya aku menghubungi koordinator blogger Malang ini, "Mas ini saya cari lokasinya di Google Maps kok gak ada ya? Google Maps-nya salah nih."
"Lho Mbak, Mbak nggak pernah ke Jawa Timur Park 3?"
"Yah gimana mau ke Jawa Timur Park 3, kalau Saya tinggal di Inggris pas taman tematik ini dibuka?" batinku.


Seketika aku baru ngeh kalau Upside Down World itu tidak terpisah dari Jatim Park 3 tapi jadi satu kesatuan! Lalu aku memutuskan untuk mulai mengubah arah maps ke Jawa Timur Park 3 yang letaknya aku tidak tahu dimana. Sungguh per-Jawa Timur Park-an ini membuatku bingung karena letaknya yang jauh terpisah.

Setelah menemukan Jawa Timur Park 3 yang ternyata nggeletek berada di dekat Ria Djenaka Batu, aku menyesali keputusanku mengambil shortcut ke BNS tadi. "Tahu gitu kan daritadi aku lurus aja nggak pake belok-belok," batinku. Dan sebenarnya agak kesal juga karena nggak tahu bahwa Upside Down World itu merupakan bagian dan ada di Jawa Timur Park 3, bukan entitas terpisah. Enough wishy-washy, aku beruntung sampai dengan selamat (meski basah karena kehujanan) di lokasi.

Upside Down World yang berada di Jawa Timur Park ini masih merupakan bagian dari Upside Down World yang berada di Bali, Bandung, Jogjakarta, hingga Thailand dan Vietnam. Di Jawa Timur Park 3 sendiri, letaknya berada di seberang Dino Park, dekat dengan loket tiket, dan juga 'saudaranya' yakni Ice Cream World. Jawa Timur Park 3 ini konsepnya sedikit berbeda dengan Jawa Timur Park 1 dan 2. Bila Jawa Timur Park 1 dan Jawa Timur Park 2 (Museum Satwa) merupakan taman tematik satu kompleks dan semua wahananya sudah inclusive di tiket terusan, maka Jawa Timur Park 3 lebih berkonsep seperti mal.

Jawa Timur Park 3 ini memiliki dua wahana terbesar yang inclusive di tiket terusan yakni The Legend Star dan Dino Park. Wahana lain seperti Infinity World, Upside Down World, Ice Cream World, Magic Circus, Fun Tech Plaza, dan lain-lain bersifat mandiri alias kamu harus beli tiket sendiri per wahana. Info mengenai tiket ke Jawa Timur Park bisa kamu lihat di sini. Perbedaan konsep inilah yang membuatku sempat bingung di awal dan membuatku tersesat.

Aku berpikir konsep Jawa Timur Park 3 ini sama dengan dua wisata tematik pendahulunya, sehingga kupikir ketika masuk ke Upside Down World aku harus beli tiket terusan dan bisa mencoba berbagai wahana sepuasnya. Aku salah, karena sifat tenant mandiri ini begitu aku masuk ke kawasan Jawa Timur Park 3 aku tidak perlu beli tiket yang harganya berada di kisaran Rp 100.000 ke atas itu. Aku hanya perlu membayar Rp 35.000 untuk masuk ke Upside Down World!



Upside Down World yang berada di 'mall tematik' Jawa Timur Park 3 ini memiliki 10 tema background yang berbeda, terbilang lebih kecil dan sedikit bila dibandingkan dengan Upside Down World yang pernah aku kunjungi di Bali. Kabar baiknya, meski hanya dengan membayar Rp 35.000 saja kalian bisa mengambil foto sepuasnya tanpa ada batasan waktu. Selain itu sedang ada promo hingga tanggal 15 April 2019 nanti bagi warga Malang Raya (pemegang identitas Kab. Malang, Kota Malang, Kotif Batu) yakni tiket masuk Rp 25.000 alias potongan Rp 10.000 untuk eksis di studio foto rumah terbalik ini. 

Bagi kamu yang jalan-jalan sendirian sepertiku juga tak perlu khawatir karena kamu bisa meminta tolong Mas/Mbak guide untuk mengambilkan fotomu di wahana satu ini. Bila kamu tak ingin foto-foto kaki di kepala dan kepala di kaki karena terlalu mainstream, kamu bisa memanfaatkan tiket terusan dengan Ice Cream World yang dibanderol seharga Rp 60.000 untuk dewasa dan Rp 40.000 untuk anak-anak. Mengenai sistem pembayaran, Upside Down World saat ini hanya menerima pembayaran cash dan tidak melayani non-tunai. Jadi untuk kamu pemegang dompet virtual atau cashless person, aku rekomendasikan untuk beli tiket terusan dari Ice Cream World saja.

Menurutku Upside Down World tidak terlalu buruk untuk dikunjungi apalagi harganya sangat terjangkau. Kalau dihitung-hitung karena ada 10 tema yang berbeda, kamu bisa mendapatkan unlimited foto tanpa dibatasi waktu dengan cukup membayar Rp 3.500 per tema. Secara tidak langsung, kamu juga tidak perlu menunggu ke Bali dulu untuk berfoto-foto di rumah terbalik ini. Bonusnya, kamu bisa berkeliling ke wahana Jawa Timur Park 3 lain yang juga sayang untuk dilewatkan.

Bersama Blogger Malang (cr: dok. Pribadi)

Yang harus kamu ingat sebelum berkunjung ke Upside Down World Jawa Timur Park 3 adalah: 
  1. Pastikan kamu datang saat weekday karena relatif lebih sepi dibandingkan saat weekend.
  2. Lepas sepatu sebelum masuk ke ruangan. Tenang saja, sudah disediakan loker khusus untuk menyimpan sepatumu kok.
  3. Jangan bawa makanan dari luar. Untuk menjaga kebersihan ruangan, tentu saja peraturan ini diterapkan. Kamu toh tidak mau fotomu bocor karena bungkus keripik kentang atau tumpahan es krim bukan?
  4. Siapkan uang tunai. Karena belum mendukung pembayaran non-tunai jadi siapkan uang tunai untuk membayar tiket masuk ke wahana ini.

Akhir kata, selamat menikmati Upside Down World Jawa Timur Park 3 ya! Jangan lupa untuk berkunjung ke wahana lainnnya juga dan berjalan-jalan di 'mal tematik' Batu ini.






Comments

  1. wkwkwkwkwk....., gw pikir kemaren ngajak blogger Malang, ternyata Blogger Inggris yang ngga tau Jatim Park 3. Gitu kok yha ngga ngomong 🤣

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)