Review Album: Day6's The Day - The Book of Us: Entropy

Related image
Day6 (ki-ka): Dowoon, Wonpil, Sungjin, Jae, Brian
Akhir tahun ini, surprisingly aku melanggar salah satu janjiku yaitu stop nge-fangirl di DBSK. Karena memang setelah mengenal Om-Om DBSK, rasanya aku nggak mau lagi nge-stan idol yang masih muda-muda. Namun semua itu berubah setelah aku berkenalan dengan Day6, atau bisa nggak sih Day6 ini jadi pengecualian. Kan mereka bukan boy group tapi band? Pokoknya, aku sudah nggak mau lagi nge-fangirl grup apapun lagi karena kalau sudah nge-freak I will do anything for them which leads me to be a poor fangirl.

Sejak Day6 debut tahun 2015 lalu, band satu ini tidak pernah sekalipun masuk ke radarku. Empat tahun berlalu, karena banyak kebetulan dan paparan konten mereka akhirnya aku kalah juga. Apalagi aku sudah jatuh cinta sebucin-bucinnya pada Park Sungjin si vokalis utama. Uhuk, Agista memang sukanya sama main vocal. Nah, berhubung aku sedang sangat bucin dan juga sedang rajin mendengarkan lagu anak-anak Day6 di Spotify, aku hendak menulis review dari album pertama mereka The Day hingga album terakhirnya The Book of Us: Entropy. Let's get it!

Aku pertama kali ngeh mengenai eksistensi Day6 adalah saat mereka comeback dengan EP ke-4 mereka Remember Us: Youth Part 2. Pada waktu itu aku masih belum memutuskan untuk mendengarkan lagu mereka yang dirilis dengan title track Days Gone By namun ada satu sosok yang mencuri perhatian yaitu si Botak. Terlepas dari eksistensi Day6 yang masih kuanggap "meh", saat itu aku sudah tahu bahwa ada manusia yang hidup di dunia ini dan di twitter bernama Jae. Like everybody was talking about him, how could I don't notice him? Oleh sebab itu mari kita mulai review dari Remember Us: Youth Part 2 dulu saudara-saudara.

Related image
Day6 Remember Us Jacket Making
Warna EP ke-4 Day6 yang rilis pada tahun 2018 ini cukup catchy dan somehow masuk ke seleraku banget. Aku kan anaknya oldies soul gitu ya, segala sesuatu yang berbau rock n roll dan tahun 80-an ke bawah selalu mencuri perhatianku. Begitupun saat aku terjerumus lubang hitam Day6, Days Gone By adalah pintu masuk yang diberkahi Tuhan. Waktu aku memutuskan untuk menonton dan mendengarkan lagu Days Gone By, tiba-tiba saja aku ingat bahwa aku pernah secara tidak sengaja menonton MV ini tapi waktu itu masih belum menemukan feel untuk nge-stan 5 orang ganteng ini. Days Gone By ini terinspirasi dari British rock tahun 80-an, melodinya berdisko-disko ria gitu, konsep MV-nya pun demikian. Apalagi Jae tampil stand out pakai jedi tail. Keputusanku untuk mulai ngestan Day6 dari Days Gone By ini tidak salah, meskipun sebenarnya part Sungjin di lagu ini jauh lebih sedikit bila dibandingkan di lagu-lagu lain yang kudengarkan setelahnya.

Remember Us sendiri selain memiliki desain yang lucu dan oldies banget, berisikan 7 track yaitu: Days Gone By, Hurt Road, Headache, 121U, So Cool, Marathon, dan Beautiful Feeling. Sangat susah bagiku untuk nggak ngebias ke album ini karena memang album ini yang bikin aku hooked ke Day6. Dari 7 track itu, hampir semuanya aku suka. Padahal kalau didengarkan secara utuh, lagu-lagu di Remember Us cukup berisik apalagi 121U dan Headache, rock-nya kuat banget dan aku yakin nggak semua orang bakal suka lagunya. Meski demikian ada lagu yang super selow dan galau ciri khas Day6 yaitu Hurt Road yang ketika kamu mendengarkannya rasanya ingin ikutan nangis. Apalagi suara Sungjin dan Brian YoungK mengiris-iris ulu hati. Sementara ada juga lagu yang kesannya bright tapi slow dan bring positive vibe yaitu Beautiful Feeling, rasanya kayak orang baru jadian gitu lagunya berbunga-bunga bikin bahagia.

Image result for day6
Day6 Sunrise jacket album
Selanjutnya ada proyek EveryDay 6 pada tahun 2017, proyek ini memungkinkan Day6 untuk merilis dua lagu tiap bulannya. Wow produktif sekali kakak-kakak Day6! Don't sleep on talent y'all! Nah dari proyek ini lahirlah dua album yaitu Sunrise dan Moonrise masing-masing berisi 14 dan 13 lagu (bisa dibilang ini adalah full-length studio album mereka lah). Bayangin coy, anak-anak Day6 pada tahun 2017 lalu nge-compose 27 lagu sepanjang tahun (ada sisipan lagu debut Congratulations sih). Nah kurang alasan apa lagi buat kalian untuk mulai nge-stan Park Sungjin, Park Jaehyung, Kang Younghyun, Kim Wonpil, dan Yoon Dowoon ini?

Setelah Remember Us, mungkin Sunrise dan Moonrise adalah album favoritku selanjutnya. Ya gimana dong? Di dua album ini, hampir semua lagunya kusuka *sobs*. Tapi kalau boleh jujur ya, aku suka hampir semua lagu Day6 di semua album mereka. Ini tuh sebuah anomali. Biasanya aku mendengarkan para artist based on singles, nggak se-album penuh (kecuali Coldplay dan EXO). Sejak tahun 2015an ke atas memang aku mendengarkan artis K-Pop rata-rata satu album utuh tapi sejauh ini sepertinya cuma Day6 yang hampir semua albumnya aku suka tanpa terkecuali. Genre besar Day6 itu rock banget yang mana itu juga aku banget tapi mereka nggak terbatas di rock saja. Day6 ini cukup eksperimental gitu, ada ballad, ada 80s rock, ada EDM, macem-macem tapi base-nya tetep di rock. Lah bingung jelasinnya. Pokoknya entah mengapa lagu-lagu di hampir semua albumnya ini kok ya cocok banget di kupingku. Sungguh aneh.

Sunrise dan Moonrise ini albumnya seperti bercerita, mulai dari jatuh cinta untuk kali pertama -> jadian -> sampai putus. Kalau kalian tahu, anak-anak Day6 ini kayaknya bucin banget deh, terutama Kang Brian selaku penulis liriknya. Lagunya itu bucin-bucin gitu, apalagi kalau udah putus. Si pujangga kekinian kayak "Kamu bakal nyesel deh kalau putus dari aku." Mas, who hurt you?

Ada sejumlah track yang jadi favoritku (dan favorit semua MyDay tentunya) yaitu: I loved you, I like you, You were beautiful, When you love someone, Hi Hello, What can I doI need somebody, dan What can I do. 7 track tersebut dari album Moonrise. Sementara dari album Sunrise: I Smile, Man in a Movie, I wait, How Can I Say, Letting Go, I Would, Goodbye Winter, I'm Serious, dan Congratulations. These songs show how powerful the force Day6 holds in an album!!  Sebenarnya dari semua track yang aku sebutkan di atas, semuanya membekas di hati apalagi kan lagunya earworming banget ya melodinya. Susah dilupain gitu. Namun ada beberapa lagu yang membekas banget dan jadi favoritku banget, contohnya I need somebody. Dalam lagu yang vibe rock-galaunya kental banget itu suara Sungjin dan Brian benar-benar emosional (terutama di chorus WHY AM I ALOOOOOONEEEEEEEE). Rasanya pas denger ikutan ngilu. Musikalitas Day6 memang nggak boleh dipandang sebelah mata sih. Meskipun memang tidak dipungkiri juga dalam meng-compose lagu, anak-anak ini masih dibantu oleh produser mumpuni. Namun rata-rata lagu mereka tulis dan compose sendiri. Kalau dipikir sampai sekarang, menciptakan track se-produktif itu dalam satu tahun cukup susah lho. Apalagi faktanya hampir semua title track mereka adalah hits di zamannya.

Image result for day6 moonrise

Lagu When You Love Someone juga bisa banget gitu disampaikan dengan baik oleh Sungjin cs. Aura jatuh cintanya itu lho meledak-ledak apalagi di part Wonpil yang "dashin urojugo shipgo, naega daeshin apahaejugo shipeoyo". Rasanya ingin kuberikan hatiku seutuhnya buat anak-anak Day6 "Nyoh Nyoh Nyoh!" Part lain yang kusuka tentu saja dari Bapak Sungjin di bagian reff yaitu "Nugungareul neom chige, joahandaneun geon. Jam shigi hangedeo, geureodoragoyo" yang artinya kira-kira: Kalau kamu lagi cinta sama orang itu ya, rasanya aneh banget bisa bucin gitu. Padahal di MV, Bapak Sungjin patah hati gara-gara terjebak cinta segitiga sama Kang Brian. Dan kira-kira lirik itu memang sedang menggambarkan keadaanku sekarang sama Bapak Sungjin. 

Ada satu track lagi yang paling memorable yaitu Letting Go (disarankan oleh Mbak Endah), surprisingly lagu ini hooked banget di telinga. Lagi-lagi killing part-nya adalah suara Sungjin di bagian "Haneopsi geureongo issdeon, neol naya hae. Nan amugeotdo hanjeul su issneunde", di part ini suara Bapak sangat nge-rock dan bikin saya jatuh cinta berkali-kali. Terlepas dari partnya Sungjin, Letting Go ini memang jadi salah satu track yang saya rekomendasikan karena rock galaunya cikal bakal Day6 dimulai. Melodinya bagus, lagunya nggak ngebosenin, kontennya menggambarkan orang yang sok tegar habis putus, tapi mengiris hati. Ini kayaknya kalau saya ngebahas album Moonrise dan Sunrise butuh satu post tersendiri deh. Nggak bisa nih dua album di-recap di summary post kayak gini saking banyaknya track yang harus dibahas satu per satu.

Setelah ngebahas Moonrise dan Sunrise, saya bingung harus ngebahas album yang mana dulu. Karena setelah itu masih ada Shoot Me: Youth Part 1 lalu The Book of Us: Gravity dan Entropy yang butuh dibahas juga. Sementara saya nggak bisa menentukan album mana lagi yang jadi favorit saya setelahnya. Saya cinta semuanya!

Image result for day6 shoot me

Ya udah kita urut dari Shoot Me: Youth Part 1 aja dulu dengan title track Shoot Me. Sebenarnya karena konsepnya Youth, EP ke-3 ini lagu-lagunya lebih berisik dan rock banget. Lagi-lagi yakin deh, nggak semua orang bakal suka sama album ini. Album ini berisi 6 track: WARNING! yang super berisik tapi grand banget kalau dibawain di konser, bisa jadi klimaksnya kalau dimasukin ke setlist. Lalu ada Shoot Me selaku title track, Somehow yang somehow banyak orang suka sama lagu ini. Somehow ini memang melodinya bikin orang kecanduan, apalagi di bagian chorus "Eojjoda boni waaaa aa aaa aaa." Feeling Good yang jadi favorit saya di EP ke-3 ini karena ya memang bawaannya bikin orang merasa relaks gitu. Talking to adalah another ballad dan disukai oleh semua orang juga, saya juga suka sih ehehehehe. Terakhir ada Still yang bener-bener saya suka. Nah kan bingung mau ngebahasnya gimana. Kalau boleh milih, di album ini saya merekomendasikan Still yang lagi-lagi jadi spesialisasi Day6 soal galau-galauan. Mungkin memang yang membuat saya hooked sama Day6 adalah kemampuan mereka mendeliver lagu slow dalam nuansa rock dengan vokal yang menakjubkan, sama seperti grup rock jadul yang saya sukai.

Related image

Selanjutnya ada The Book of Us: Gravity, duh saya gak sabar pengen segera ngebahas The Book of Us: Entropy. Album EP ke-5 Day6 ini menjadi titik balik karir anak asuh JYP setelah hampir 5 tahun berkarir di industri. Bayangkan, setelah berkali-kali merilis track dan album, baru di The Book of Us: Gravity akhirnya Day6 meraih win di acara musik melalui title track Time of Our Life. Dan sejujurnya saya nggak terlalu suka Time of Our Life, lagunya memang bright banget bisa dipake joget-joget kalau di konser namun nggak terlalu masuk ke selera saya. Walaupun kalau ngedengerin juga nggak bakal saya skip sih. Time of Our Life ini energinya beneran remaja banget, cocok buat para dedek-dedek yang ngefans sama Day6. Kalau lagi butuh track yang menyemangati harimu yang suram, boleh deh dengerin title track EP ke-5 Day6 ini.

The Book of Us: Gravity yang desain albumnya minimalis tapi ciamik dan estetik ini berisikan 6 track juga. Secara garis besar, konsep album ini lebih ke refreshing juvenile era sesuai dengan tema Youth itu sendiri. Ada For Me, lagu yang diperuntukkan untuk mencintai diri sendiri which I already did but thanks for the energy. Lalu ada How to Love yang surprisingly melodinya catchy abis dan nggak ngebosenin meski didengerin berkali-kali. Wanna go Back yang bikin saya dengerinnya happy banget, ada suara Dowoon yang dalam itu juga pemirsa (ini jadi nilai plus lagu ini). Jujur mungkin dari Gravity, track yang paling saya suka adalah Wanna Go Back ini. Kemudian ada Cover yang nggak kalah mendayu-dayu dan bikin galau, percayalah padaku dan dengarkan lagu ini. Pasti kamu juga bakal suka. Ditutup dengan Best Part yang memang cocok banget dibawain sebagai lagu pembuka setlist konser. Anyway, Best Part ini lagunya festive banget memang bahkan kayaknya cocok juga kalau dibawain di konser ajang olahraga internasional gitu.

Image result for day6 entropy

Kemudian kita tiba di review album terbaru Day6 yang juga bener-bener saya sukai, jeng jeng jeng jeng, The Book of Us: Entropy. Album The Book of Us: Entropy ini merupakan full-length studio album ke-3 Day6 setelah Moonrise dan Sunrise. Isinya ada 11 track baru dengan title track Sweet Chaos yang berisik banget tapi masih lebih bisa diterima kuping daripada Shoot Me. Buatku konsep Entropy ini lebih dark yet mature dibandingkan dengan series Youth dan juga Gravity. Lagunya memang masih berbasis rock tapi lebih progresif dan lebih berat melodinya. Track yang terdapat dalam album ini antara lain: Deep in Love, Sweet Chaos, EMERGENCY, Rescue Me, 365247, About Now, OUCH, Not Fine, Stop Talking, Not Mine, dan Like a Flowing Wind. Lagi-lagi sebenarnya agak sulit untuk memilih track mana yang paling favorit karena Entropy ini mengusung musik rock yang grand dan masuk ke seleraku banget. Mungkin ada beberapa track memorable seperti Deep in Love yang super mengingatkanku pada musik ala Dream Theatre atau Deep Purple di masanya. Rock-nya itu beneran slow rock yang sering kudengarkan maka dari itu aku nggak menyesal kalau sampai hooked pada lagu Deep in Love ini. Selanjutnya ada pasangan Not Fine dan Not Mine yang chorusnya hampir mirip tapi sensasinya 180 derajat berbeda. Not Fine dibuka dengan nada yang lebih malas dan gaya menyanyi yang nyeret-nyeret, thanks to Jae, namun powerful di bagian chorus. Sementara Not Mine ini sudah grand dan dark dari awal, makin powerful menuju ke chorus. Dua lagu yang sekarang jadi heavy rotation-ku di Spotify.

Dilanjut ada EMERGENCY yang lagunya bright vibe tapi nge-rocknya tetep kerasa, apalagi di bagian Sungjin as usual. Lagu ini sedang naik daun karena baru-baru ini dirilis VCR anak-anak Day6 ngedance asal-asalan di konser The Present. Kemudian ada Like a Flowing Wind sebagai ballad penutup album yang cenderung gelap dan keras ini, surprisingly Like a Flowing Wind ini merupakan penutup yang manis dari album Entropy. Kalau mau party, masih ada 365247 yang bawaannya ngajak orang joget dan party sampai pagi. Title tracknya sendiri sebenarnya patut diapresiasi karena bunyinya lebih progresif dan powerful, nggak salah juga lagu ini dijadikan title track karena memiliki begitu banyak killing part yang bikin fans klepek-klepek di acara musik.

Kalau boleh memilih walaupun sebenarnya nggak bisa, aku paling suka album Entropy karena sangat sesuai dengan seleraku baik secara desain maupun konten. Konsep yang lebih gelap dan dewasa rupanya cocok banget buat Day6 untuk mengukuhkan posisi mereka sebagai band rock. Fakta bahwa aku juga beruntung bisa mendapatkan 3 photocard Sungjin sekaligus saat membeli albumnya jadi menambah kecintaanku pada album Entropy ini. 

Related image

Masih ada dua album yang perlu di-review yakni The Day selaku mini album debut Day6 berisikan 6 track dan juga Daydream yang jadi penerus The Day dengan 6 track juga. Sumpah sih sejak 2015, grup ini produktif banget coba ngeluarin berapa album namun promosinya kurang nendang kalau dibandingin dengan grup seangkatan mereka, contoh: Twice. Dua mini album Day6 ini sempat diwarnai oleh mantan personil mereka: Junhyeok yang kemudian keluar gara-gara skandal pacaran. Kadang aku suka beruntung mulai nge-stan suatu grup pasca skandal-skandal, seperti EXO waktu itu. Keberadaan atau kehilangan Junhyeok aku nilai tidak terlalu signifikan pada karir Day6. Suara Junhyeok terlalu lembut untuk sebuah band dengan sound yang keras dan nge-rock macam Day6 ini. Bahkan meskipun suara YoungK tenor dengan falsetto jernih, dia masih masuk aja ke genre rock Day6. Hal yang sama berlaku juga untuk tuan muda Wonpil, surprisingly suara Wonpil ini pulling off the rock vibe into honey-like rock which soothes your ears. Suara Jae juga meskipun terlalu airy dan soft kebangetan itu cocok banget ngisi genre rock-nya Day6, I wonder why. Mungkin memang suara Junhyeok terlalu pasaran juga kali jadi nggak terlalu distinct dibandingkan Sungjin, YoungK, Wonpil, dan Jae??

Bicara album The Day tentu saja track unggulannya adalah Congratulations yang sukses bikin MyDay klepek-klepek dan galau nggak karuan. Sejujurnya yang membuat lagu ini memorable adalah ini lagu debut. Di balik itu, melodinya ear catchy, galaunya kena, dan vokal Sungjin makin menambah kegalauan saat ngedengerin lagu yang bercerita soal mantan pacar ini. Namun untuk aku pribadi, aku sangat mengapresiasi dan memfavoritkan track Out of My Mind dan juga Colors. Dua lagu ini tuh musiknya agak keras dan tangguh, part high note-nya bikin semriwing, vibe yang dihasilkan saat ngedengerin itu menyayat hati. Mungkin memang dua lagu ini yang paling memorable buatku di antara track-track lain seperti Freely yang punya bright sound, Habits, dan juga Like That Sun yang nggak kalah galau.

Di Daydream, aku paling suka track Blood selain Letting Go yang juga masuk ke album ini. Blood ini nggak terlalu rock, bahkan lebih ke pop-jazz atau RnB (?) menurutku. Yang jelas track kedua di album Daydream ini juga sedang jadi heavy rotation-ku dan masuk ke dalam Repeat Playlist Spotify.  Sementara itu kalau kamu ingin party dengan musik heavy EDM ada Sing Me yang cocok banget dibawakan saat konser, lagu ini memang sering banget masuk ke setlist konser Day6 karena bright dan bikin orang joget lompat-lompat. Lalu ada track I wish yang gak kalah bikin baper dan juga masuk sebagai track yang aku rekomendasikan untuk kalian dengarkan. Selain 4 lagu tersebut masih ada First Time dan juga Hunt yang terus terang tidak terlalu sering aku dengarkan namun tidak buruk juga kalau didengarkan. Dibandingkan dengan 5 track yang ada di mini album Daydream ini, Hunt terdengar lebih berisik dan powerful jadi lagu ini paling stand out dalam konsep galau-galau emo.

Honorary mention untuk lagu Day6 yang tidak masuk ke album: Finale dan Chocolate. Finale merupakan lagu Jepang yang festive juga melodinya tapi jadi kayak berasa ditembak Kang Brian. Sementara Chocolate lagunya jazzy dan nge-pop abis, kayaknya lagu ini merupakan sebuah soundtrack deh. Bright feeling-nya menggambarkan orang yang lagi jatuh cinta.

Image result for day6 gif

Day6 ini kayaknya jadi satu-satunya pengecualian dari semua artis K-Pop yang aku ikuti. Mereka merupakan satu-satunya band yang bisa bikin aku sebucin ini, padahal sebelumnya sudah ada CNBlue dan FT. Island yang surprisingly nggak sampai bikin aku begini. Dibandingkan dengan banyaknya artis SM yang kuikuti juga, Day6 ini cukup aneh karena aku mendengarkan hampir semua album mereka dan menyukai hampir semua lagu mereka. Memang ada sejumlah track-track favorit, tapi percayalah sesungguhnya susah banget menentukan lagu mana yang kusuka. Semua lagu Day6 ini masuk ke dalam kupingku, masuk ke heavy rotation-ku, dan aku nggak sabar untuk segera nonton konser mereka.

Sebelum mengenal Day6, aku sebenarnya agak takut kalau mereka bakal mengecewakan tapi ternyata nggak. Dan aku nggak menyesal sudah mengenal Day6 meskipun telat empat tahun. Sungguh Day6 ini benar-benar grup musik yang underrated. Let's try to appreciate these precious boys even more!

Related image

Oh I think to convince you about Day6's discography, here is the playlist I recommend:


Comments

  1. Surprisingly begitu dengerin youth part 1 aku langsung suka 121U๐Ÿ˜‚
    Dulu sebelum ada niat ngonser, aku masih pilih-pilih lagu Day6, begitu udah fix dapet tiket konsernya wah...ngebut dengerin semua terus bucin๐Ÿ˜ญ gak ada yang jelek lagunya๐Ÿ˜ญ baru Day6 ini grup yang semua lagunya aku suka, gila emang
    Sebelum Entropy rilis, album yang aku favoritkan cuman Sunrise, nambah deh sekarang hnggg.......

    ReplyDelete

Post a comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)