Jalan-Jalan Virtual di London Yuk!


Dalam rangka 2020 cancels everything, including your planned journey, mungkin dengan membaca postingan ini setidaknya akan mengurangi rasa sedihmu. Ide ini sebenarnya diinisiasi oleh Jonathan, karena akhir pekan kemarin secara tiba-tiba dia bilang, "Ayo kita jalan-jalan virtual." Wait what? Kkabjagi? Meskipun kkabjagi begitu, tetap saja aku turuti. Jadi ya mari kita mulai jalan-jalan virtualnya di London di postingan ini.  Perlu diingat bahwa mungkin di dalam postingan ini alurnya akan loncat-loncat, aku sesuaikan dengan lokasi-lokasi yang aku ingat saja. 

Yang pertama adalah tempat yang paling sering aku kunjungi, daerah Chinatown. Lokasi Chinatown ini cukup strategis, kalau berjalan sedikit ke arah Selatan maka akan langsung tiba di Trafalgar Square. Yang mana kalau sudah di Trafalgar Square, mau ke Big Ben atau ke Buckingham Palace juga tinggal jalan lurus agak sedikit lebih jauh lagi. Sementara dari Chinatown, kalau berjalan ke arah Barat sedikit, bisa sampai ke Piccadilly Circus yaitu Times Square-nya London. Di sekitaran Piccadilly Circus ini ada banyak pertokoan, terutama untuk merk-merk high end. Dan sepanjang jalan dari Chinatown menuju ke Picadilly Circus ada Shaftesbury Avenue yang menjadi tempat broadway berjejer. Benar-benar lively dan nggak akan rugi dikunjungi kalau lagi bosan.


Foto di atas merupakan gerbang Chinatown, kalau jalan lurus melewati gerbang itu akan tiba di Leicester Square. Di Leicester Square (re: Lester Sqwaer) terdapat M&M's world yang kalau kata Londoners sih "Ngapain sih para turis suka banget main ke tempat itu?" padahal isinya ya toko M&M's dalam skala lumayan besar. Yang dijual nggak cuma cokelat M&M's tapi ada merchandisenya dan booth photobox. Lucu aja kalau dikunjungi rame-rame sama teman-teman bisa foto-foto bareng gitu. Lalu ada Lego World juga. Ada bioskop besar yang biasanya digunakan sebagai gala premier film-film Hollywood. Selama aku di London, sepertinya ada beberapa film yang gala premier di Leicester Square ini salah satunya adalah Born This Way?

Di Chinatown, terdapat bermacam warung Asia. Pada umumnya Asia Timur. Jadi kalau mau nyari Asian desserts and food ya Chinatown jujugannya, apalagi kalau mau jajan boba atau kakigori. Yang sering aku kunjungi di Chinatown adalah toko-toko dessert yang jualan es krim, kakigori, juga restoran Jepang. Ada restoran Asia Tenggara juga seperti Bali-Bali yang merupakan restoran Indonesia jujugan warga Indonesia yang ada di London atau Rasa Sayang yaitu restoran Singapura yang jualannya masakan khas Melayu dan lumayan enak. Sementara untuk restoran Jepang ada Tokyo Diner. Di Leicester Square sendiri ada salah satu restoran lobster yang sayang juga untuk dilewatkan yakni Burger and Lobster. Bagi warga Asia yang hendak membeli bahan-bahan masakan, bisa mampir ke supermarket Asia Loon Fung yang menjual samyang, indomie, kecap ABC, bahkan cabe, hingga bumbu Gochujang.


Dari Chinatown, bila berjalan ke arah Timur sedikit maka akan tiba di Tottenham Court Road. Di jalanan ini landmark yang paling memorable adalah broadway Harry Potter and The Crused Child. Landmark ini sering banget aku lewati karena memang aku mainnya di sekitaran sini, terutama untuk mampir ke restoran Jepang favoritku "Eat Tokyo". Setelah makan di Eat Tokyo biasanya kalau masih ingin dessert aku dan teman-teman mampir ke Gaza untuk membeli Bingsoo yang dimakan bareng-bareng. Di samping Eat Tokyo ada Bao Bun yang berjualan bakpao enak (huhuhuhu nangis), bakpao yang kurekomendasikan adalah yang Salted Egg dan kalian harus hati-hati ya jangan pesan yang cokelat karena mengandung darah Babi. Di dekat Eat Tokyo ini juga ada Prince Edward Theatre, broadway yang menayangkan musikal Aladdin. Pokoknya kompleks sekitaran Chinatown ini komplet banget deh. Jalan-jalan di sekitaran sini saja rasanya cukup.



Biasanya nih setelah makan, aku perlu membakar kalori dengan jalan-jalan agak jauh. Nah biasanya rutenya adalah ke Piccadilly Circus. Bukan karena apa-apa tapi karena pengen membakar lemak saja. Kalau sudah di Piccadilly Circus biasanya nanti mampir ke toko buku Waterstones atau nongkrong-nongkrong saja di sekitaran situ jika cuaca tidak terlalu dingin. Atau malah kadang diterusin jalannya sampai ke Oxford Circus. Begitu rutinitasnya, pokoknya jalan-jalan saja di area Chinatown - Piccadilly Circus - Oxford Circus atau Chinatown - Trafalgar Square.


Selain Piccadilly Circus, landmark yang sering banget aku kunjungi adalah St. Paul's Cathedral karena letaknya cenderung lebih dekat dari tempat tinggal dulu. Bahkan untuk ke St. Paul's bisa hanya menggunakan satu jalur bus saja yaitu bus nomor 25. Musim terbaik untuk mengunjungi St. Paul's adalah musim semi karena bunga-bunga bermekaran. Kalau lagi nganggur sih, aku jalan-jalannya ke dalam ruangan karena biasanya suhu default London adalah 15ΒΊ C. Salah satu pilihan jalan-jalan di dalam ruangan dan gratis, tapi memberikan kepuasan batin adalah TATE Modern Museum. Letaknya berseberangan dengan St. Paul's Cathedral ini.

Dari St. Paul's kamu hanya perlu berjalan menuju sebuah bangunan yang nampak seperti bekas pabrik tua dan melewati Milennium Bridge. Jembatan Milennium ini pernah jadi cameo di film Harry Potter dan juga Mission Impossible. Kalau bisa dibilang, Milennium Bridge ini desainnya modern dan futuristis gitu, instagram worthy selain Tower Bridge.


Kembali lagi ke tujuanku kalau lagi bosen dan nganggur, yakni TATE Modern Museum. TATE ini merupakan museum yang memamerkan seni kontemporer. Temanya suka berubah tiap 3 bulanan, kalau di Jakarta semacam Museum MACAN lah. Bedanya, kalau masuk TATE gratis baru bayar bila ada ekshibisi seniman penting seperti Picasso. Selebihnya gratis karena memang didanai oleh lembaga lotere. Rata-rata museum di London memang free access karena sudah didanai oleh National Lottery. Jadi tenang saja, kamu bisa terhibur sekaligus mendapatkan ilmu baru. Jalan-jalannya sungguh produktif dan berfaedah.

Waktu terbaik mengunjungi TATE adalah sore menjelang malam, sebab TATE memiliki lantai 10 dimana kamu bisa melihat London skyline dari lobi gratisnya. Salah satu artis K-Pop yang doyan banget mengunjungi TATE Modern dan sempat naik ke lantai tertingginya adalah RM dari BTS. Tapi memang nggak bohong sih, masuk ke TATE itu bisa jadi healing trip sekaligus bisa menikmati keindahan London tanpa repot-repot merogoh kocek dalam-dalam.



Selain TATE Modern, pemandangan malam hari juga bagus untuk dinikmati di London dari Embankment. Itu, tempat yang jadi lokasi syuting Young K DAY6 saat meng-cover lagu Viva La Vida-nya Coldplay. Hanya saja, bermain outdoor apalagi di musim dingin sungguh tidak direkomendasikan karena dingin banget. Embankment ini lokasinya dekat sekali dengan Big Ben. Di area sekitar Big Ben terdapat London Eye yang menjadi salah satu ikon London juga. Bila ingin mencoba berlayar di Sungai Thames, kalian bisa naik feri dalam kota hanya dengan menggunakan Oyster Card. Seingatku sekali perjalanan naik kapal akan dikenakan tarif £3-£4. Selama satu tahun lebih berada di London, sayangnya aku belum pernah naik kapal feri dalam kota tersebut. Rutenya menyusuri sepanjang Sungai Thames dan yang paling dekat dengan Big Ben adalah Westminster Pier. 

Meskipun tidak pernah naik kapal feri, aku cukup bangga pernah masuk ke dalam Parliament Building, tepatnya di ruangan House of Lords dan bertemu dengan mahasiswa internasional lain dalam perayaan 50 UKCISA. Bersosialisasi dengan international students agak bikin awkward sih tapi setidaknya satu kali dalam seumur hidup aku pernah merasakan party-nya orang Barat. 

Oh ya, ngomong-ngomong soal Embankment di malam hari, kira-kira visualisasinya seperti ini:


Biasanya mendekati Natal dan Tahun baru, area Oxford Street akan memasang Winter Lights. Winter Lights yang memiliki tema dan paling meriah terdapat di Carnaby Street, masih di area Oxford Street - Regent Street juga. Jadi untuk kalian yang sedang jalan-jalan ke London di musim dingin, jangan lupa untuk mampir dulu ke Carnaby. Jalan-jalan saja. Lagipula ada Donat enak di sekitaran Carnaby bernama Crosstown Doughnut jadi bisa sekalian mampir lah. Saat aku masih ada di London, tema Winter Lights di Carnaby adalah Bohemian Rhapsody, karena memang film biopik Queen masih hangat-hangatnya dirilis. Dan sepertinya semua orang suka terhadap film tersebut.

Maka dari itu, Carnaby tampak seperti ini:


Di musim semi atau panas, main-main ke wilayah Timur London juga tidak masalah. Nah wilayah Timur ini agak berkaitan dengan yang dijelaskan di buku IPS yaitu Greenwich (re: Grenich). Greenwich yang kita kenal merupakan titik 0ΒΊ dari garis bujur dan menandai perbedaan zona waktu. Jadi waktu yang ada di dunia ini kiblatnya ya di Greenwich Mean Time (GMT) ini. Kalau di London sekarang pukul 7 pagi, maka di Indonesia pukul 2 siang dan begitu seterusnya. 

Greenwich tidak memiliki terlalu banyak restoran yang sering aku kunjungi tapi di sana ada Royal Naval College, ada juga Greenwich Park yang agak naik lokasinya. Di sana juga ada observatori serta Greenwich market. Aku sempat membahas soal Greenwich ini di postingan berikut. Untuk mencapai Greenwich, bisa naik DLR dari stasiun kereta Jubilee atau bisa juga naik bus. Tinggal pilih saja nanti di City Mapper jalurnya.



Sementara itu, di musim Semi kalau lagi bosan mengunjungi taman-taman mainstream di London seperti St. James' Park atau Hyde Park, kamu bisa berkunjung ke Holland Park yang lokasinya lebih dekat ke Kensington. Holland Park ini taman bunga yang memiliki beberapa tema, ada taman Jepang, taman Belanda, taman Inggris, dan satu lagi lupa. Dibandingkan dengan Hyde Park ukurannya lebih kecil tapi menyenangkan sekali kalau datang ke sini saat musim semi. Bunga-bunga bermekaran dan kamu bisa mengambil foto-foto dengan konsep yang berbeda di satu taman.




Nah mungkin sampai sini dulu jalan-jalan hari ini. Kali lain akan kita lanjutkan dengan konsep yang berbeda (konsep apa yang berbeda?). Kalau kalian menikmati jalan-jalan virtual di postingan ini, jangan lupa untuk mampir juga menikmati jalan-jalan virtual dalam versi video di bawah ini.

Comments