Review Album: DAY6 - FOUREVER

 

Penantian ini berlangsung selama 4 tahun! Iya 4 tahun sejak berbagai macam hal terjadi di tahun 2019-2020. Terakhir DAY6 come back full group pada tahun 2021 dengan rilisan Negentropy dan itupun mereka ngga promosi sama sekali di acara musik. Sebelum pandemi, mereka merilis album juga The Demon tapi mereka ngga promosi juga di acara musik, title track mereka Zombie bahkan baru dinyanyikan di publik oleh DAY6 sendiri di tahun 2024 ini. Sejak The Demon, banyak sekali hal yang terjadi mulai dari Sungjin hiatus, Jae keluar, hingga para member mulai wamil satu-satu. Jujur tahun ketika aku mulai ngefans DAY6 fandom penuh dengan drama.

Dan penantian itu kini akhirnya berakhir, dibayar tuntas, dengan cara yang baik pula. Intinya, semua ups and downs sepanjang 4 tahun itu ternyata memang sepadan dengan apa yang DAY6 berikan di tahun 2024 ini.

Kalau hampir semua album DAY6 pernah aku review dalam blog ini, rasanya ngga adil kalau ngga nge-review juga album terbaru mereka FOUREVER. Apalagi come back yang kali ini terasa banget istimewanya. Istimewa karena DAY6 sudah re-branding dengan komposisi 4 member, momen popularitas DAY6 lagi emerging di Korea sana, ini adalah come back pertama setelah 4 tahun, dan Studio J sekarang udah promosiin DAY6 dengan cara yang proper. Berada di fandom ini selama 5 tahun aja sudah cukup berasa perbedaannya. Dulu DAY6 bener-bener underrated dan ndakik ndakik sekarang semua orang kenal mereka, semua orang akhirnya mengakui kalau musik yang dibuat oleh DAY6 itu adalah musik yang bagus.

Bangga dan terharu :"

Akhirnya usaha keras DAY6 selama 9 tahun ini membuahkan hasil. Ngga papa pelan-pelan, ngga papa lambat tapi asalnya nyampe juga kan? Ya kan DAY6-deul? Cocok banget sama lagu mereka berjudul Marathon.



Anyway, FOUREVER ini mini album. Extended Play ini membuka chapter baru bagi DAY6 yang kini posisinya cuma diisi oleh Sungjin, Young K, Wonpil, dan Dowoon. Iya, DAY6 udah ngga punya dua gitaris lagi yang otomatis berarti Sungjin sekarang ngga cuma pegang rhytm tapi juga jadi in-charge di gitar melodi. Tapi ternyata DAY6 dengan formasi 4 orang ini malah jadi lebih bagus. Pengen nulis "good riddance" tapi nanti takut dikatain bitter. Ya sudah marilah kita move on dan hidup masing-masing.

FOUREVER berisikan 7 lagu yang seperti biasa ditulis oleh bujang-bujang DAY6, dengan lirik mostly ditulis oleh Young K. Berikut adalah review untuk masing-masing lagu:
  1. Welcome to The Show (title track) lagu ini merupakan track pembuka album FOUREVER despite being the title track. Aku baru tahu juga ternyata dalam sebuah album biasanya title track itu ditaro di track 2. Alasan DAY6 meletakkan lagu ini di awal adalah karena vibes lagu ini lebih cocok sebagai lagu pembuka album dan aku ngga komplain. Influence dari musik Even of Day kentara banget karena synth-nya Wonpil yang dipakai straight  berasa dari album-album Even of Day. First impression dari lagu ini adalah lagunya sangat grand dan kurang DAY6, apalagi kalau dibandingkan dengan title track  DAY6 yang sebelum-sebelumnya. Bright vibes ngga kayak Time of our life tapi dapet rasa festive-nya. Setelah ngedengerin berkali-kali, justru malah lagu ini kayaknya cocok dijadikan BGM Piala Dunia x Coca Cola. Konon menurut fans, liriknya menggambarkan DAY6 juga yang akhirnya embracing fans yang loyal ke mereka dan ngajakin jalan bareng. Kalau buatku, lagunya mengajak untuk menikah. Berasa diajakin hidup bersama sama mereka. Sementara menurut Brian, awalnya liriknya ngga gitu dan vibes-nya sengaja dijadikan lagu buat konser tapi diminta ubah oleh JYP sampai 10 kali. Anekdotnya lucu banget sumpah. Final thought terhadap lagu ini adalah ini merupakan lagu yang sukses nge-rebrand DAY6 dengan formasi 4 orang. Cocok banget untuk dijadikan lagu sebagai pembuka jalan baru untuk jalan ke masa depan.
  2. HAPPY nah kalau lagu ini pas DAY6 rilis live album sampler, iya mereka main instrumentalnya live pas itu, aku langsung naksir sama petikan gitar Park Sungjin. Sebelum tahu liriknya, sempat mengira kalau lagu ini adalah lagu bahagia tapi ternyata justru lagu ini mempertanyakan "Apakah aku boleh berbahagia?". Memang DAY6 ini jago banget bikin lagu tapi kontradiktif, melodinya gimana eh maknanya apa. Untuk HAPPY sebetulnya genrenya lebih ke pop banget daripada rock dan lagi, influence Even of Day juga masih berasa kenceng banget soalnya Wonpil mainin suara yang dipake di lagu-lagu Even of Day. Selain itu, drum Dowoon juga cukup susah untuk lagu ini meskipun sebetulnya temponya ngga yang paling up beat satu album. Konon ceritanya, lagu ini langsung di-approve sama JYP pas disodorin. Dan lagu ini jadi salah satu lagu yang emang aku suka juga unexpectedly.
  3. The Power of Love sementara kalau di track 3 ini rasanya lebih ke British Pop tahun 80-an yang dibuka dengan synth disco Wonpil. Again masih berasa Even of Day-nya. Pas dengerin awal di live album sampler sempet nandain juga kalau lagu ini akan jadi salah satu yang kusuka karena vibe retro-nya itu style-ku banget. Pas pertama kali dengerin full, sebenernya agak ngga terlalu suka karena ternyata ngga sesuai ekspektasi pas dengerin live album sampler-nya. Tapi pas udah didengerin berkali-kali ternyata malah suka, jadi balik ke awal lagi. Yang bikin lagu ini memorable justru emang suara synthnya Wonpil sih. Jadi, mau berterima kasih sama Wonpil yang sudah ngisi synth retro di lagu ini.
  4. Get The Hell Out ini merupakan lagu emo, jadi ini kedengerannya lebih ke pop-punk gitu. Mengigatkanku pada lagu-lagu emo tahun 2008 dimana pas itu didominasi sama Greenday atau My Chemical Romance dan Paramore. Kalau lagu ini sebenernya lebih terdengar dominan style Young K karena lagunya punya vibes sejenis dengan album solo Young K yang mana sebetulnya aku ga dengerin banget, maaf ya Bri emang style kamu ga masuk di aku hehehe. Sebagai lagu paling up beat di album FOUREVER, justru lagu ini kurang berasa rock kenceng di aku. Soalnya aku juga sangat suka DAY6 dengan warna rock yang kenceng dan lakik banget kayak Rescue Me atau Headache. Jadi, lagu ini adalah lagu di ranking terakhir dalam album ini menurutku.
  5. Sad Ending ini dibuka oleh Wonpil lagi dengan tutsnya, yang jujur itu jadi daya tarik utama. Soalnya lagu ini meski judulnya galau, suasanya tuh Gothic. Pas dengerin pertama lagu ini jadi berasa langsung ditarik ke kastil drakula atau bawaannya pengen nonton Wednesday. Jujur lagu ini cukup unik dibandingkan dengan lagu-lagu DAY6 yang lain. Jadi ya emang pas kalau dibilang DAY6 di album FOUREVER ini eksplor lebih banyak genre. Soalnya musik DAY6 udah berasa ngga lagi sama dan diverse banget meskipun track-track awal kenceng berasa pengaruh Even of Day-nya.
  6. Let me love you ini merupakan lagu yang langsung melejit di nomor 1 setelah dengerin full. Melodi gitarnya Sungjin, vibes lagunya, liriknya, dan segalanya pokoknya ttak nae style. Lagunya tuh semacam gabungan antara Only tapi lebih galau. Nuance-nya romantis banget tapi sebenernya ngemis cinta. Lagu bucin banget lah pokoknya. Dan seperti biasa karena Agista adalah hopeless romantic otomatis lagu ini langsung jadi lagu paling favorit. Part paling disuka dari lagu ini ya melodinya Sungjin itu. Candu banget!
  7. didn't know merupakan track terakhir dari album FOUREVER dan vibesnya ngga se-galau lagu track terakhir di album DAY6 lainnya. Kalau yang ini vibesnya lebih mirip sama Above The Cloud, lagunya ceritanya dua orang ngga sadar kalau mereka tuh aslinya mencintai satu sama lain tapi ya gitu cintanya tidak tersampaikan. Terus as usual kalau Sungjin jadi salah satu yang nulis lirik, liriknya tuh jadi puitis banget. Ditambah lagi ini jadi satu-satunya lagu yang pake gitar akustiknya Sungjin. Pokoknya ini adalah lagu favorit kedua di album FOUREVER karena kembali lagi ke alasan di lagu ke-6: Agista adalah hopeless romantic.
Final thoughts on this album adalah pokoknya penantian selama 4 tahun ke belakang ini sepadan dengan apa yang DAY6 berikan. Lagi-lagi rasanya ingin bersyukur karena DAY6 udah eksis di dunia ini, bersyukur karena Sungjin mau bertahan dan mau bangkit dari keterpurukan dia, mau berterima kasih sama JYP karena udah mau menyelamatkan Sungjin dan ngebentuk DAY6. Ngeliat DAY6 sekarang yang gede dan dikenal general public Korea rasanya ikut bangga. Memang sih aku ngga berkontribusi apa-apa di dalam karir mereka, I am just a mere consumer but I love them. Yoxy, DAY6 memang adalah rumah.

Kalau dibandingkan dengan album-album DAY6 yang lain, sepertinya daftarnya belum terupdate. FOUREVER memang salah satu album yang aku suka juga tapi dia belum bisa menempati album yang paling aku suka nomor satu karena masih dipegang Entropy, dilanjut The Demon. FOUREVER ini bisalah jadi yang ketiga atau keempat atau kelima. Soalnya setelah dengerin FOUREVER, aku jadi lebih appreciate ke album Gravity soalnya Welcome to The Show ini rasanya akan cocok banget kalau dibawakan bareng Best Part maupun Time of Our Life di konser.

Comments