Review Album: DAY6 - Negentropy [2021]


Sejak DAY6 mengumumkan berita come back, rasanya aku nggak sabar agar tanggal 19 April 2021 yaitu hari ini segera datang. Karena come back kali ini, DAY6 akan menutup saga The Book of Us dan mereka kembali full group alias Parkbros sudah sehat guise! Gimana nggak excited akutu? Kan aku cinta mereka berdua huhuhuhuhu. Yah, walaupun sebenarnya Sungjin sudah jauh-jauh hari memberi heads up bahwa tahun ini pun rilis EP The Book of Us: Negentropy juga nggak akan ada promo. Pas pertama kali Sungjin bilang nggak akan ada promo, aku sih mengiyakan aja karena kupikir kesehatan dia lebih penting. Siapa tahu dia masih maksa buat bikin album padahal dia belum sehat? Ternyata eh ternyata, dia secara kabjagi ngabarin kalau wamil. Sungjin emang suka gitu. Nggak ada angin, nggak ada hujan, pokoknya My Way aja. Alasan nggak ada promo bukan lagi karena masalah kesehatan tapi karena dia harus pergi bertugas melayani negara. Stay safe and healthy ya Bob, let's meet again soon!

Selain kabar berita come back yang diumumkan sejak bulan Februari lalu dan Studio J nggak kunjung ngasih hint kapan akan drop teaser atau detail album atau jadwal apapun, aku tentu saja harap-harap cemas. Namun ketika Studio J jadi rajin drop teaser dan bekerja keras, bahkan untuk come back kali ini mereka ngasih lyric video lho. Niat banget nggak? Di situ aku jadi makin tergoda dan nggak sabar menunggu hari ini. Untuk come back kali ini, I would like to thank Studio J for working as they suppose to be. Walaupun nggak ada promosi di broadcast, seenggaknya ada lah usaha dari mereka untuk ngepush sales album DAY6, nggak kayak come back yang sebelum-sebelumnya. Nah begitu dong StuJ, jangan gabut melulu kalian.

Namun sayangnya hari ini merupakan hari yang agak sial buatku. Sebab tadi pagi HP Nokia-ku tiba-tiba suka crash. Sampai aku mau nangis dan stress berat. Pasalnya HP itu adalah HP buat kerja, kalau HP itu rusak ya aku nggak bisa kerja. Untungnya kerjaan nggak terlalu hectic tapi aku tetap merasa bersalah karena nggak bisa dihubungi rekan kerja dan atasan. Sampai saking rusaknya dan nggak ketolong, walaupun aku sudah Google permasalahannya, aku harus beli HP baru. Setelah HP barunya datang, masalah serupa juga menerpa HP baru itu. Lagi-lagi aku stress berat dan ingin menangis. Di penghujung hari, atasan tiba-tiba memintaku membuat sesuatu yang juga cukup bikin stress. Padahal sifat kerjaan (deliverables) yang kukerjakan itu adalah cadangan. Pokoknya hari ini stressful banget. 

Jam 4 sore, DAY6 rilis MV You Make Me sekaligus rilis album Negentropy di platform musik. Yah, DAY6 cukup menyelamatkan kegundahanku lah, tapi malah bikin aku ingin menangis sejadi-jadinya. Pertama kali nonton MV You Make Me, mixed feeling. Ya seneng, ya sedih, ya excited. Senang karena DAY6 kembali OT5, sedih karena nggak ada promosi, lagunya juga bernuansa sedih gitu. Suaranya Jae dan Sungjin bikin aku makin sedih karena entah kayak udah lama banget gak dengar suara mereka. Pada faktanya, setelah rilis The Demon aku juga tetep dengerin lagunya DAY6 :(



Pokoknya mixed feeling. Rasanya ingin ketemu sama Jae dan Sungjin terus meluk mereka berdua dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena udah nyempetin rilis album sebelum masa depan tiba. Masa depan yang kita nggak akan tahu seperti apa.

Lalu bagaimanakah album Negentropy ini menurutku? Aku deskripsikan per track di bawah ini:
  1. Everyday We Fight: Track ini ditulis oleh Jae, nggak heran kalau lagunya tipe Jae banget, layering sangat kaya. Namun bedanya, kali ini Jae nggak menggunakan stylenya yang agak laid back, justru track ini lebih ke hyping up. Pemanasan sebelum masuk ke track selanjutnya. Perpaduan rock dan hip hop yang cerah dan refreshing. Synthesizer Wonpil kentara, perpindahan antar nada dan naik turun lagu agak susah ditebak. Track pertama yang membuat orang cukup terkejut karena untuk lagu pertama, DAY6 sudah menyuguhkan lagu yang unpredictable, sangat distinct perbedaannya dengan lagu-lagu DAY6 di album-album sebelumnya.
  2. You Make Me: not the best title track but it's still better that it deserved to be the title track. Title track ini membuktikan bahwa DAY6 memang versatile, eksperimental. Album ini kentara sangat eksperimental dari title tracknya saja. Melodinya awalnya agak lebih susah untuk dicerna, perlu dua kali mendengarkan sampai kamu jatuh cinta dengan lagunya. Tapi semakin didengar, kamu akan semakin mengapresiasi layering lagu yang nggak biasa. Aransemennya lebih complicated daripada title track sebelumnya. Instrumen yang digunakan juga lebih rich, mungkin karena dikontribusi oleh kemunculan Even of Day. Elevated DAY6 and EoD's discography. Lagu ini merupakan salah satu track favoritku di Negentropy. Perpindahan dari verse ke reff dan ke bridge sungguh mengejutkan. Berasa nggak kelar-kelar plot twistnya.
  3. Healer: Awalnya aku berekspektasi bahwa Healer akan mirip dengan Freehage, ternyata tidak. Healer lebih banyak di suara disko dan synth ala-ala EoD. Lagu ini lebih terasa refreshing daripada Everyday We Fight. Sesuai judulnya, memang lagu healing, sangat cocok untuk didengarkan sambil nyetir ke pantai. Part Sungjin dan Jae membuat lagu ini menjadi lebih berbumbu. Nggak sabar untuk segera mendengar lagu ini di konser offline. Mungkin nanti akan jadi opening konser? Karena vibenya sangat hyping up banget, cocok buat pemanasan dan diletakkan di setlist opening. Selipan efek "karnaval" juga semakin membuat lagu ini jadi lagu yang carnival banget.
  4. Only: Lagu ini dibuka dengan melodi dari genre yang masih aman, agak sedikit mengingatkan ke era 90-an. Dibuka oleh suara Young K yang surprisingly cocok banget memang. Lagu ini melodinya agak sedikit seksi, paling cocok dijadikan track di tengah konser dan membuat penontonnya berdansa di section festival lol. Suara Wonpil sangat cocok sebagai pembuka reff, dilanjutkan dengan suara Jae yang rasanya membuat orang ingin mendengarkan lagu ini terus menerus. Kejutannya ada di bagian sepertiga akhir lagu, bridge yang dibawakan oleh Sungjin dan Young K adalah twist tersendiri di lagu ini. Sampai sini, memang harus diakui DAY6 never made bad songs.
  5. Above the Clouds: Sejak pertama kali mendengar dentingan instrumental dari gitar di awal lagu ini, tepatnya di teaser Epilogue aku langsung jatuh cinta. Dan benar saja, track yang digubah oleh Sungjin dan Jae ini merupakan favoritku. Track ini dulunya sempat muncul di vlive mereka judulnya Coffee and Break, Jae bilang lagu ini merupakan lagu untuk mengenang mendiang temannya yang sudah meninggal karena sakit jantung. Emosi yang ingin disampaikan Jae dalam lagu meraih pendengar sesuai dengan apa yang dia mau. Lagu ini sifatnya healing, lebih ke healing di soft spot bukan healing di hard spot seperti Healer. Lagu ini memberikan kenyamanan bagi yang mendengarkan. Jadi, buat kalian yang ingin mengenang rekan atau siapapun yang sudah nggak ada di hidup kalian (dalam artian apapun), mungkin lagu ini adalah yang menggambarkan hal tersebut. Mengikhlaskan seseorang dengan indah. Mengenai instrumental, lagu ini tidak se-kompleks track 1, 2, dan 3 justru malah kembali ke warna DAY6. Mungkin lagu ini bisa jadi the next Afraid atau Like a Flowing Wind?
  6. One: Kalau lagu ini mungkin tercipta karena Jae lagi seneng-senengnya sama beat lo-fi? Ini pure sok tahu aja sih karena beat awal lagu ini agak lo-fi lo-fi gitu. Tapi begitu mau masuk ke reff langsung complicated lagi. Jujur di album ini, DAY6 lebih banyak bermain instrumen tambahan seperti Synthesizer, beat hip hop, suara etnis, dan juga beat disko. Bisa dibilang lagu ini bahkan nggak terdengar seperti lagu band saking kaya-nya layering instrumen. Jadi butuh kuping yang lebih jeli untuk mengenali suara yang dihasilkan instrumennya. 
  7. Let's Love: Lagu ini tuh membuat jiwa EXO-L ku meronta-ronta, karena Saranghaja adalah slogan sepanjang masa EXO. EXO dan DAY6, dua grup favoritku menggunakan kata yang sama? This is just a small crumb but I am dying lol. Lagu ini awalnya aku duga adalah yang menjadi ballad track di album Negentropy, persis seperti Cover, Like a Flowing Wind, dan Afraid. Ternyata aku nggak salah. Dan berhubung aku adalah sad gurl, seperti biasa lagu-lagu seperti Let's Love ini menjadi favoritku. Kalau didengarkan lamat-lamat, dentingan gitar melodinya Jae sedikit banyak membawa ke era emo tahun 2008. Emo plus slow rock DAY6 seperti biasanya, dahlah sempurna! Namun bukan Negentropy namanya kalau nggak ada twist, jelas ada twist di lagu ini terutama di bagian bridge. Suara Park Sungjin yang raspy itu membuat lagu ini terdengar sangat kuat. Waktu pertama kali mendengarkan lagu ini, rasanya aku ingin menangis sepuas-puasnya karena kok terdengar sakit banget gitu. Apalagi layering harmonisasi Jae dan Wonpil, bikin lagu ini makin terdengar menyayat-nyayat. DAY6 memang jago mengoyak hatiku yang sudah rapuh ini.


In summary, Negentropy ini adalah album paling eksperimental dari DAY6. Kalau Entropy adalah masterpiece, Negentropy ini semacam antitesis. Mungkin analoginya kurang mendeskripsikan betapa uniknya album ini. Karena album ini secara keseluruhan agak jauh dari identitas DAY6 yang sering kita dengarkan. Negentropy juga menjadi sebuah pembuktian bahwa musik DAY6 ini semakin tahun semakin bertumbuh. DAY6 lebih berani mengambil risiko dengan memperkaya suara dari discography mereka. Jadi, kalau ada yang bilang DAY6 cuma Yeppeosseo, mungkin harus disodorin album ini. Aku ingat beberapa waktu lalu setelah The Demon rilis, ada yang bilang kalau musik DAY6 itu begini-begini saja, mungkin orang itu akan berubah pikiran setelah mendengarkan Negentropy?

Konsep keseluruhan Negentropy sebenarnya dimaksudkan seperti ini: pada akhirnya kita semua akan baikan karena cinta. Sama seperti esensinya sebagai penutup saga The Book of Us, Negentropy ini menghadirkan resolusi kisah The Book of Us. Kalau buatku, penutup alias endingnya, Negentropy ini adalah album healing. Healing bagi member DAY6 sendiri mungkin, atau healing bagi para fans dan pendengar setia mereka. Karena track terakhir Let's Love sangat bersifat healing.

Negentropy mungkin masih belum bisa menggeser posisi Entropy sebagai album terfavoritku. Tapi Negentropy ini melampaui ekspektasi dari aku yang tidak mengharapkan apapun sejak kabar come back dirilis. Once again, good job DAY6 dan terima kasih karena selalu menghadirkan karya-karya terbaik hingga saat ini. I love you and I hope I can be there for you for a long time, let's walk together until next time.



Comments